NABIRE - Menyikapi meningkatnya kasus HIV/Aids di Nabire, Biro Kesra Provinsi Papua dan Sinode Gereja Kemah Injili Papua (GKIP) Papua menyelenggarakan penyuluhan HIV/Aids di Kabupaten Nabire. HIV/Aids adalah salah satu penyakit yang mengglobal, tingginya angka kematian yang ditimbulkan, menjadikannya sebagai salah satu penyakit yang paling ditakuti serta berbahaya. Hingga dewasa ini masih belum ditemukan obatnya. Penyakit ini ditularkan melalui berbagai cara, seperti seks bebas, penggunaan jarum suntik yang tidak sesuai prosedur kesehatan, serta berbagai faktor lainnya. Menyikapi hal ini, diadakan penyuluhan Hiv/Aids dan narkotika di Gereja Kemah Inijili Papua (GKIP), Minggu (4/9) kemarin. Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Nabire, Kepala Biro Kesra Provinsi Papua, Kapolres Nabire yang diwakili Kaur Narkoba Polres Nabire, serta perwakilan remaja dari berbagai gereja di Tanah Papua. Dalam penyuluhan bahaya penyakit Hiv/Aids yang dilakukan oleh Kepala Biro Kesra Provisi Papua, diharapkan kepada para remaja dapat lebih mengetahui tentang bahaya dan dampak dari penyakit Hiv/Aids, Miras serta Narkoba, serta dapat mencegah dan menghindarinya secara dini. Kepada media, Kepala Biro Kesra Provinsi Papua, Naftali Yogi, mengharapkan dengan adanya penyuluhan ini, semua masyarakat luas, khususnya warga gereja dapat lebih memahami tentang bahaya Hiv/Aids itu sendiri. Sehingga warga gereja dapat lebih maju dan berkembang sesuai dengan norma-norma gereja yang berlaku. Serta dapat mengaplikasikannya ditengah-tengah masyarakat. Sementara itu, Pdt. Mordekhai Oila, Ketua Klasis Sinode Gereja Kemah Injili Papua (GKIP), menuturkan, melalui media penyuluhan Hiv/Aids ini, diharapkan semua warga masyarakat dan warga gereja dapat lebih selektif dalam mengetahui dampak dari bahaya Hiv/Aids, serta dapat meminimalisir tertularnya Hiv/Aids. (ist/ros)