NABIRE – Salah satu anggota Bhabinkamtibmas Polres Nabire menjadi narasumber pa acara dialog interaktif di Stasiun TVRI Jayapura, pada hari Selasa (11/02/2020)  kemarin. Polwan Aipda Endang Sulistyowati dalam dialog interaktif yang bertemakan ‘Polisi Peduli Difabel’. Selain Endang, dalam dialog yang disiarkan langsung itu turut dihadiri Founder Forum Peduli Difabel Indonesia Yeti Asri Saputri, S.Sos serta menghadirkan 2 penyandang difabel, yaitu Steven dan Else Warobay yang merupakan anak binaan forum dimaksud. Yeti Asri Saputri selaku Founder Dorum Peduli Difabel menyampaikan, terinspirasi membantu mereka awalnya dari melihat banyak orang penyandang difabel di lingkungannya, hal itu membuatnya tergerak untuk membantu mereka. “Selain itu tidak semua dari mereka yang terdaftar di DSLB dan mereka yang tidak terdaftar terlantar dan merasa malu dengan keadaan fisiknya sehingga mengucilkan diri. Saya selalu melaporkan hal ini, dalam hal ini Polri (Polres Nabire) sangat terbuka untuk menerima laporan dan mengulurkan tangan kepada kami untuk memberi bantuan. Dari situ kami membangun komunikasi dan meminta bantu kepada Polri khususnya untuk menjangkau suadara-saudara kami yang menyandang Difabel dan berada di pelosok daerah,” jelas Ibu Yeti. Bhabinkamtibmas Polres Nabire Endang Sulistyowati, dalam kesempatannya menyampaikan tergerak membantu mereka awalnya ketika melihat ibu Yeti, selain itu dirinya sebagai Bhabinkamtibmas mempunyai tugas untuk lebih dekat dengan masyarakat khususnya kepada kaum Difabel.  Dirinya merasa bersyukur memiliki fisik yang tidak kurang, hal itu membuatnya tersentuh untuk memberikan bantuan dan motivasi kepada kaum Difabel. “Kita harus lebih bermasyarakat tanpa ada membeda-bedakan, karena bagi kami mereka (penyandang difabel) sangat spesial mampu melakukan banyak hal walaupun mempunyai kekurangan. Yang mereka butuhkan adalah semangat dan motivasi, karena beberapa jawaban yang kami temui mereka merasa malu karena kekurangan yang mereka miliki sehingga memilih untuk mengasingkan diri,” kata Endang. Lanjut Aipda Endang menjelaskan, insititusi (Polri, red) sangat mendukung kegiatan yang dilakukannya, dirinya juga memberikan Home Schooling karena melihat situasi beberapa dari anak-anak Difabel ini tidak mampu untuk pergi ke sekolah. Sementera itu, Else Warobay salah satu anak Difabel menyampaikan bahwa ia keseharian adalah sebagai penjual pinang yang dulunya diberi modal oleh Ibu Yeti dan Aipda Endang serta bersyukur dari hasil pendapatan menjual pinang bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Diakhir kegiatan, Endang Sulistyowati dan Yeti Asri Saputri menyampaikan harapan agar penyandang Difabel lebih diperhatikan sehingga mereka termotivasi dan lebih percaya diri menjalani hari-harinya di lingkungan masyarakat.(wan)