Berbagai Persoalan Tak Ditanggapi Kadistrik, Kandis Dirusak
DOGIYAI - Sejumlah persoalan yang terjadi di masyarakat tidak ditanggapi atau ditindaklanjuti oleh Kepala Distrik (Kadistrik) Dogiyai Kabupaten Dogiyai, Willem Tagi, S.STp, beberapa oknum masyarakat mengambil tindakan nyata dengan cara menggugurkan sejumlah kaca dan merus
Bagikan
DOGIYAI - Sejumlah persoalan yang terjadi di masyarakat tidak ditanggapi atau ditindaklanjuti oleh Kepala Distrik (Kadistrik) Dogiyai Kabupaten Dogiyai, Willem Tagi, S.STp, beberapa oknum masyarakat mengambil tindakan nyata dengan cara menggugurkan sejumlah kaca dan merusak pintu Kantor Distrik (Kandis) beberapa hari lalu.
Informasi yang diperoleh media ini dari sumber yang tak ingin dikorankan identitasnya kepada media ini menjelaskan, sudah berulangkali berbagai persoalan di tengah-tengah masyarakat telah disampaikan kepada Kadistrik Dogiyai, akan tetapi tidak ditanggapi secara serius oleh Kadistrik yang baru menjabat lebih dari dua tahun ini, maka kantor yang cukup bagus dipandang ini merupakan kekecewaan masyarakat selama ini. “Benar, sejak Willem Tagi menjabat sebagai Kadistrik Dogiyai, berbagai hal sudah disampaikan agar menjadi perhatiannya tetapi keinginan dan harapan masyarakat tidak ditanggapi, maka kini Kandis menjadi sasaran masyarakat,”ungkap kepada media ini via handphone selulernya.Terangnya, informasi yang diperoleh dari beberapa masyarakat di Dogiyai, bahwa pengrusakan Kandis Dogiyai tersebut tidak ditanggapi soal pengurusan beras untuk masyarakat miskin (Raskin), soal belum diterimanya tenaga honorer di Kandis, pembangunan jalan raya dari Moanemani ke Ibukota Distrik Dogiyai, yang mana hingga saat ini belum tuntas serta belum nampaknya program pembangunan distrik yang mestinya dilakukan secara berkelanjutan dan transparan. “Sepertinya masyarakat sudah tidak sabar lagi, padahal sudah berulang kali ketemu Kadistrik. Banyak hal yang harus dibicarakan bersama, soal penerimaan honorer, belum lancarnya Raskin, macetnya pembangunan jalan raya akibat tidak dilakukan koordinasi yang baik oleh kadistrik bersama tokoh-tokoh yang ada dan belum nampaknya kegiatan pembangunan di Distrik Dogiyai,”ujarnya seraya menambahkan, pengrusakan Kandis Dogiyai adalah tindakan kekecewaan masyarakat terhadap proses pembangunan yang tidak transparan.Dikatakan, pengrusakan Kandis Dogiyai adalah tindakan awal sehingga kedepan Kadistrik Dogiyai diharapkan membangun pendekatan (approach) dengan masyarakat, harus menjadi komunikator, menjadi inovator bahkan harus bisa menjadi pengawas yang aktif terhadap semua proses pembangunan di Distrik Dogiyai. “Sebab, kalau tidak dilakukan hal-hal tersebut di Distrik Dogiyai, saya yakin akan terjadi masalah yang lebih besar lagi. Oleh sebab itu, apapun persoalan yang terjadi di distrik, sebagai Kadistrik harus bisa melibatkan berbagai kompoen masyarakat guna mencari solusi agar kedepan pembangunan Distrik Dogiyai lebih baik lagi, bukan merusak pembangunan yang telah dilakukan dengan dana yang tak sedikit jumlahnya,” harapnya. (rik)
Bagikan artikel ini



