NABIRE - Kontes dan pameran batu akik khusus lokal Nabire telah ditutup secara resmi dan menghasilkan para juara. Dari penilaian para juri terungkap bahwa batu-batu Kabupaten Nabire tidak kalah dengan batu-batu dari luar Nabire. Untuk penilaian dalam kontes batu khusus lokal Nabire, salah satu juri dari Jogyakarta, Aris Wahyudi, saat diwawancarai menerangkan, dalam kontes batu akik khusus lokal Nabire meliputi 2 kategori yakni batu tembus (kristal) dan tidak tembus (non Kristal). Untuk kategori kristal, penilaian meliputi klarity, ukuran, warna dan ukurannya, sedangkan untuk non kristal yang dinilai warna, corak, motif dan potongan (cating).Ditanya perihal batu-batu akik Nabire, Aris Wahyudi menyatakan bahwa potensi batu-batu Nabire sangat baik. Ada batu yang berada di luar Nabire yang juga ditemukan di Nabire seperti Gasper.Sedangkan mengenai kualitas, batu-batu Nabire juga tidak kalah kualitasya dengan batu-batu diluar Nabire.“Setiap daerah memiliki batu yang berkualitas, begitu juga di Nabire, banyak batu-batu yang berkualitas yang tidak kalah dengan daerah-daerah diluar Nabire,” ungkapnya.Melihat antusiasme, baik peserta kontes dan pameran serta para pengunjung (penggemar dan pencinta) batu akik, dikatakannya, di Indensia sangat banyak dan beragam jenisnya, sementara yang mudah dijangkau itu berada di kisaran  Pulau Sumatera, Kalimantan dan Jawa, sedangkan di Papua belum tereksplorasi, sehingga kedepan diharapkan ada eksplorasi yang terutama untuk edukasi bukan untuk konsumsi luar.“Perlu ada eksplorasi batu-batu akik Nabire, namun untuk pertama sebatas edukasi atau pemahaman dan konsumsi orang-orag lokal Nabire, setelah data-datanya ada selanjutnya bisa diekspos keluar, karena Papua begitu luas, Nabire saja yang hanya kabupaten begitu luas sementara batu-batu yang dihasilkan begitu beragam,” tuturnya.“Bukan mustahil kedepan akan ditemukan batu-batu yang lebih bagus kualitasnya dibanding batu-batu yang diikutkan kontes saat ini,” imbuhnya seraya menambahkan kedepan makin banyak jenis batu yang akan keluar dari nusantara utamanya Papua dan secara khusus Nabire.*Harga Batu Tergantung KualitasDisinggung banyaknya batu yang mempunyai harga selangit (jutaan sampai dengan milyaran), Aris Wahyudi mengatakan untuk dapat mencapai harga yang mahal, batu itu bergantung pada kualitas.“Semua kembali kepada kualitas batu. Masing-masing batu memiliki jenis yang terbaik. Batu-batu dari Nabire yang diikutkan kontes selanjutnya akan dikrafirikasi, dindentifikasi sehingga bisa diketahui jenisnya apa, dari situ akan diketahui jenis terbaik,” ungkapnya.“Yang ada saat ini hanya merupakan sempel-sempel dan belum terindentifikasi,” imbuhnya.Disinggung perbedaan dengan jenis batu dari daerah lain seperti Bacan yang lebih dahulu dikenal, menurutnya, batu yang satu dengan yang lain tidak bisa dibandingkan jenisnya. Semua batu mempunyai yang terbaik dan kita hanya bisa bandingkan dengan lain jenis.Juri yang telah berpengalaman menilai batu akik itu menandaskan untuk batu yang berharga itu murni dilihat dari kualitas bukan semata-mata karena faktor suka (hobi).“Fakta dilapangan yang perlu diperhatikan, pertama faktor suka/senang dulu, karena batu bukan benda atau barang kebutuhan pokok, batu itu merupakan nilai seni. Kedua, kemampuan beli. Kita tidak mungkin memaksanakan membeli batu terbaik bila keuangan tidak memadai, walaupun seringkali kita mendengar ada yang membeli batu dengan harga yang waah..sampai milyaran rupiah, itu wajar karena mereka orang-orang kaya. Bagi kebanyakan kita ya cukup disesuaikan dengan kemampuan,” katanya.“Kesenangan di batu itu juga kadang sugesti, ketika itu suka dan mampu beli, ya apa salahnya membeli,” ujarnya.Aris Wahyudi memberikan tips bagaimana membedakan batu asli dengan batu olahan (masakan) atau bahkan batu yang diolah dengan campuran zat kimia. Menurutnya, membedakan batu asli atau buatan (sintetis) yang paling mudah dengan menggunakan berlian karena bisa diaplikasikan pada batu-batu jenis lain dengan cara 4C (carat, clarity, color dan cating), “Dengan clarity kita bisa tahu kejelasan batu, dengan menggunakan kaca pembesar 20 atau 40 kali itu cukup melihat clarity batu. Paling tidak kita punya kaca pembesar untuk melihat apakah batu itu asli atau sintetis,” pungkasnya. (iing elsa)