Bappeda Gelar Orientasi Penyusunan Dokumen RPJMD Teknokratik 2025-2029
NABIRE - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nabire, menggelar orientasi penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Teknokratik tahun 2025 hingga 2029. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Bappeda, pada Jum'at (26/07/2024) kemarin.

NABIRE - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nabire, menggelar orientasi penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Teknokratik tahun 2025 hingga 2029. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Bappeda, pada Jum'at (26/07/2024) kemarin.
Kegiatan itu dibuka langsung Kepala Bappeda Dr. H. Mukayat, S.Pd.,M.Si,M.Pd, dihadiri oleh Sekretaris Bappeda, pejabat eselon III, Kabid Penggalian, Kabid Sosbud, Kabid Ekonomi, eselon IV staf Bappeda serta staf honorer dan anak magang.
Dr. H. Mukayat mengharapkan, semua staf baik pejabat maupun kontrak mengetahui cara menyusun RPJMD. Staf Bappeda yang hadir atau mengikuti dalam kegiatan dijadikan sebagai tim penyusun, artinya kalau ada sesuatu akan mendapatkan berkah. Carilah ilmu sebanyak mungkin karena suatu saat akan meninggalkan tempat ini. Ilmu itu sampai kapanpun bermanfaat. Jadi jangan malas menuntut ilmu, karena di Bappeda banyak ilmu yang dipelajari.
H. Mukayat menyampaikan, bagaimana jadwal tahapan membuat Rancangan Teknokratik (Rantek) RPJMD yang akan dipandu membuat evaluasi. Rantek tidak bisa dibuat kalau belum ada evaluasi. Namanya evaluasi RPJMD, evaluasi RPJMD tahun 2021 hingga 2026.
Dalam paparnya, RPJMD Teknokratik 2025-2029 sebagai dasar dan acuan untuk calon kepala daerah untuk membuat visi dan misi dalam kampanye dan akan dituangkan dalam RPJMD 2025-2029 bila menjadi pemenang dalam pesta demokrasi.
"Semoga nanti Bappeda mendapat staf yang menguasai atau bisa menyusun dokumen RPJMD," harapannya.
Tim ahli hanya sebatas membantu. Dokumen yang ada harus dipelajari betul, karena ilmu itu mahal maka harus tetap belajar.
Dr. Mukayat berpesan, semua masalah dan sesulit apapun semuanya bisa diselesaikan. Ia juga menyampaikan kepada semua staf yang ada di Bappeda, bila mengerjakan sesuatu harus prudential, artinya harus hati-hati, semuanya bisa terselesaikan dengan komunikasi.
Dalam hal ini, Warso, S.Gz.,M.Gz, selaku ketua panitia mengatakan, kegiatan ini adalah salah satu langkah penting dalam proses perencanaan pembangunan di Kabupaten Nabire. Sebagaimana diketahui bersama, RPJMD merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode lima tahun. Yang disusun dengan berpedoman pada visi dan misi kepala daerah terpilih.
Kemudian dokumen ini akan menjadi acuan utama dalam penyusunan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan daerah, serta menjadi landasan untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan.
"Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan beberapa poin penting terkait kegiatan orientasi. Poin pertama, yakni orientasi ini bertujuan untuk memberi pemahaman yang komprehensif kepada seluruh peserta mengenai konsep dan proses penyusunan dokumentasi teknokratik RPJMD. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan dapat menyusun dokumen yang lebih akurat, realistis dan sesuai dengan kebutuhan serta potensi daerah," ujarnya.
Kedua, yakni melalui orientasi ini akan menggali berbagai data dan informasi yang relevan serta melakukan analisis yang mendalam mengenai sosial, ekonomi dan lingkungan di kabupaten Nabire.(sam)
Bagikan artikel ini



