NABIRE - Walaupun belum berakhirnya tahun 2025, tetapi Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nabire telah memastikan dan optimis untuk Pendapatan Asli daerah (PAD) tahun 2025 akan mencapai target yang telah ditentukan.

Di mana, untuk tahun 2025 pihak Bapenda Kabupaten Nabire telah mentargetkan PAD sebesar Rp88.554.878.676. Di mana Bapenda sendiri mampu menghasilkan Rp80 miliar (M) lebih, sementara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil juga diberikan tugas untuk dapat memungut PAD sebesar Rp8 M lebih.

Dan penghasilan PAD tahun 2025 yang ditargetkan sebesar Rp88.554.878. 767, ini diperoleh di luar dari pendapatan lain, seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan pendapatan sah lainnya dan hingga saat ini kantor Bapenda Nabire sudah mencapai 100% PAD yang telah ditargetkan.

Dikatakan Kepala Bapenda Nabire, Yusuf Sirampun Pirade, ST., MT, kepada Papuapos Nabire, Senin (8/12/2025) di ruang kerjanya, dari sisi pajak dan retribusi masih ada yang belum mencapai target termasuk OPD penghasil lainnya dan lagi ada OPD penghasil yang targetnya masih sangat rendah.

Sementara itu, untuk kantor Bapenda sendiri ada beberapa jenis pajak yang boleh dikatakan tercapai, disebabkan adanya efisiensi anggaran, sehingga Bapenda pada kegiatan fisik seperti pajak galian C atau pajak MBLB, namun diharapkan pada Desember semua pelaku usaha yang menangani proyek fisik sudah bisa membayar pajak MBLB.

Selain adanya permasalahn di atas juga tidak terlepas dari factor internal dan eksternal, seperti kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum optimal. Oleh karena itu, diharapkan adanya pembekalan bagi para pegawai Bapenda agar dapat memahami Tupoksinya masing-masing.

Sedangkan untuk faktor eksternal, lanjut Yusuf Pirade, tidak ada kesadaran dari para wajib pajak yang seluruhnya dapat mentaati pembayaran pajak tepat waktu. Sehingga, Kantor Bapenda Nabire tetap berkomitmen proaktif turun lapangan untuk mengingatkan para wajib pajak untuk membayar kewajibannya.

Sementara itu, kepada OPD penghasil PAD lain juga dapat diharapkan untuk memperhatikan PAD tahun 2025, karena selaku Kepala Bapenda Nabire, dirinya menyampaikan dan juga fokus pada belanja, tetapi juga berfokus pada penerimaan, agar terjadi keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. 

Jangan sampai besar pasak dari pada tiang. “Yang perlu dipahami oleh kita semua, bahwa daerah bisa berkembang dan maju tidak terlepas dari partisipasi masyarakat bergotong-royong membangun daerah dengan taat membayar pajak retribusi daerah. Dengan kata lain, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” tandasnya.(des)