NABIRE - Membangun jembatan darurat pada Jembatan Kali Siriwini yang ambruk dan rusak akibat gempa bumi pada 19 September 2025 lalu oleh perwakilan lembaga DPRK Nabire, sesungguhnya lembaga DPRK tidak ingin masyarakat dan anak-anak sekolah mengalami hambatan soal akses.

Untuk itu seperti diterangkan, Ketua DPRK Nabire, T.K.H. Nanci Karolina Worabay, S.Sos., M.IP, bersama anggota Komisi A DPRK Nabire, Imanuel F.H. Rumbewas, ST, mengambil sikap dan tindakan untuk membangun jembatan darurat kecil yang bisa dilalui kendaraan roda dua dan para pelajan kaki, terutama akses jembatan untuk anak-anak sekolah.

Dalam siaran video yang disampaikan oleh Ketua DPR Kabupaten Nabire Nanci Karolina Worabay mengatakan, selaku wakil rakyat tingkat kabupaten meminta agar Gubernur Provinsi Papua Tengah bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan ERakyat (PUPR) Provinsi Papua Tengah agar serius melihat kondisi jembatan Siriwini bawah yang saat ini lagi rusak.

Perlu dipahami, bahwa bicara kewenangan dan tanggung jawab, jembatan Kali Siriwini merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Papua Tengah, tetapi yang lewat ini anak-anak sekolah dan masyarakat yang ada di Nabire.

Sehingga, pihak lembaga DPRK Nabire meminta keseriusan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Sebab jembatan darurat yang dibuat ini sifatnya sementara (tidak mungkin bertahan lama), karena dibangun dengan bahan kayu yang bersifat gotong royong dari ketua dan beberapa orang anggota DPRK. “Kami cuma berjuang dan jembatan ini tidak mungkin akan bertahan lama,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi A DPRK Kabupaten Nabire Imanuel Rumbewas dalam menambahkan, selaku wakil rakyat kami harus hadir untuk melihat langsung kondisi jembatan Siriwini bawah yang semenjak 19 September 2025 lalu rusak akibat gempa bumi 6,6 SR mengguncang Nabire.

Dan semenjak itu, hingga saat ini terhitung 20 hari lebih tidak ada respon dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas PUPR Provinsi Papua Tengah. Sehingga, dirinya bersama ibu ketua bersama beberapa teman- teman anggota DPRK Nabire mengambil inisiatif untuk membuat jembatan darurat dari kayu guna membantu Masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang ada di sekitar atau berdampak tersebut.(des)