709 Personel Disiapkan Kawal Aksi BPW-KNPB Se-Meepago

NABIRE — Sebanyak 709 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan rencana aksi penyampaian aspirasi Badan Pengurus Wilayah Komite Nasional Papua Barat (BPW-KNPB) se-Meepago yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Nabire, Sabtu (15/8/2026).
Kesiapan pengamanan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Polres Nabire di Ruang RBP Polres Nabire, Kamis (13/8/2026), sekitar pukul 13.50 WIT.
Rapat dipimpin Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR., didampingi Wakapolres Nabire Kompol Dr. Piter Kendek, S.Sos., M.M., serta Sekda Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd.
Pertemuan tersebut turut dihadiri unsur TNI-Polri, Satpol PP, pemerintah daerah, tokoh adat dan kepala suku. Koordinasi dilakukan untuk memastikan rencana penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman, tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu mengatakan, penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Namun, pelaksanaannya tetap harus dilakukan dengan memperhatikan ketentuan hukum dan menjaga ketertiban umum.
“Penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Namun, pelaksanaannya diharapkan tetap dilakukan secara tertib, aman dan sesuai ketentuan hukum,” ujar Samuel.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara peserta aksi dengan aparat keamanan. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman maupun benturan selama kegiatan berlangsung.
Dalam pengamanan nanti, Polres Nabire mengedepankan pendekatan persuasif, humanis dan terukur. Pola tersebut diarahkan untuk menjaga keamanan sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara damai.
Libatkan 709 Personel
Berdasarkan pemaparan Kabag Ops Polres Nabire dalam rapat tersebut, sebanyak 709 personel gabungan akan diterjunkan dalam pengamanan rencana aksi.
Personel tersebut terdiri atas 529 anggota Polri, 150 personel TNI dan 30 personel Satpol PP Provinsi Papua Tengah. Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik yang dinilai perlu mendapatkan pengamanan.
Sekda Kabupaten Nabire Yulianus Pasang menilai keberhasilan pengamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh adat dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan selama penyampaian aspirasi berlangsung.
Koordinasi dan komunikasi yang baik, kata dia, menjadi kunci agar kegiatan dapat berjalan aman dan tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
Rapat koordinasi yang dimulai pukul 13.50 WIT tersebut berakhir sekitar pukul 15.00 WIT dalam keadaan aman dan terkendali.
Seluruh pihak yang hadir berkomitmen memperkuat koordinasi serta bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Nabire agar tetap aman, damai dan kondusif menjelang pelaksanaan aksi penyampaian aspirasi pada Sabtu (15/8/2026). (Humas Polres)
Bagikan artikel ini



