Balon Yu-DA Didukung PAN Maju di Pilkada Nabire
NABIRE - Pasangan Bakal Calon (balon) Yufinia Mote-Mahammad Darwis (YU-DA) resmi mendapatkan Surat Keputusan (SK) dan rekomendasi dari
NABIRE - Pasangan Bakal Calon (balon) Yufinia Mote-Mahammad Darwis (YU-DA) resmi mendapatkan Surat Keputusan (SK) dan rekomendasi dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk bertarung di Pilkada 2020 di Nabire.
Balon yang kini disebut-sebut sebagai YU-DA adalah Satu dari tuju pasangan bakal calon (Balon) yang telah mendapat SK,dan Rekomendasi dari PAN untuk Pilkada di Provinsi Papua.
Kendati pun demikian, menurut Sekretaris DPW PAN Papua, Yulianus Rumbairusi, pasangan YU-DA belum mengantongi B1KWK bersama dua Balon lainnya, masing-masing dari kabupaten Asmat dan kabupaten Pengunungan Bintang.
“Untuk rekomendasi diberikan kepada pasangan Yufinia Mote – Muhammad Darwis di Pilkada Kabupaten Nabire, pasangan Incumben, Elisa Kambu – Thomas Eppe Safanpo di Kabupaten Asmat,dan pasangan petahana Constan Oktemka – Decky Deal di Kabupaten Pegunungan Bintang.
kini tengah menunggu SK dalam bentuk B1KWK.
Semoga dalam waktu dekat ini akan ada,” kata Yulianus seperti dilangsir topik papua.
Dikatakan Yulianus, empat diantaranya yang telah mengantongi B1KWK atau Surat Keputusan (SK) partai politik tentang persetujuan paslon dari Partai Amanat Nasional (PAN) diantaranya adalah Balon Abock Busup – Yulianus Heluka di Kabupaten Yahukimo, pasangan Lakius Peyon – Nahum Mabel di Kabupaten Yalimo, pasangan Obet Rumabar – Daud Marisan di Kabupaten Supiori dan Ollen Ostal Dalimboa-Jack Imbiri di Pilkada Kabupaten Waropen.
“Untuk calon empat kabupaten ini, kita mengusung tiga kader PAN dari Yahukimo, Supiori dan Kabupaten Yalimo,” katanya.
Diakui Yulianus, tuju Balon tersebut diusulkan DPD sebagaimana, kapasitas, popularitas, kelayakan dan dianggap mampu untuk menang.
Dimana terdapat sebagian calon yang juga di usung berdasarkan hasil survey di tingkat daerah.
“Memang terhadap beberapa kabupaten dilakukan survey seperti di Waropen dan Supiori.
Namun ada juga teman-teman yang mengusulkan calon yang dianggap berpeluang besar menang, maka calon itulah yang didorong ke DPW dan DPP,” jelasnya.
Lanjutnya, PAN telah berkomitmen untuk tidak mempersulit bakal calon, PAN lebih fleksibel, apalagi menerapkan mekanisme yang bertele-tele, jika kandidat yang dianggap mampu, maka calon itu yang DPW dorong.
Intinya kata Yulianus, semua beranjak dari pengalaman dan evaluasi partai.
Sehingga DPP memberikan mandat lebih kepada DPW secara khusus untuk Ketua DPW, Abock Busup, dalam hal rekruitmen kandidat Pilkada untuk 11 Kabupaten di Papua. (eby/ist)
Bagikan artikel ini



