NABIRE - Hingga saat ini bagan para nelayan belum diturunkan atau melaut dan beroperasi, sementara ikan yang dijual pedagang berasal dari kabupaten tetangga yakni Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat.

Sehingga harga ikan saat ini masih tinggi.

Sehingga para konsumen ikan dari masyarakat Kabupaten Nabire dan beberapa kabupaten di wilayah pegunungan masih memilih untuk membeli daging ayam yang harganya bisa dijangkau.

Ikan dari dua kabupaten tetangga ini didatangkan para nelayan kita yang ada di Kabupaten Nabire dengan menggunakan perahu jolor.

Selanjutnya dijual kepada masyarakat pada beberapa pasar ikan yang ada di daerah ini.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Nabire, Yance Pekey, S.Pi, MP melalui telepon, dirinya mengakui hingga saat ini semua bagan yang ditarik untuk mengurus surat izin pas besar dan pas kecil belum selesai dilaksanakan.

Sehingga belum ada bagan yang bisa turun atau melakukan aktifitas menangkap ikan seperti biasanya.

“Sesungguhnya ini bukan salah para pemilik bagan, tetapi merupakan kesalahan pihak terkait yang lamban melakukan pengukuran kapal,“ katanya.

Untuk itu selaku Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Nabire akan segera melakukan koordinasi langsung dengan pihak–pihak yang berkopenten dalam hal pengukuran kapal atau bagan agar para pemilik bagan bisa cepat menurunkan bagannya.

Sebab kita bicara soal para nelayan, maka ada dua hal yang harus dibahas bersama.

Yakni kita bicara soal pendapatan ekonomi para nelayan dan juga kita bicara soal kebutuhan mengkonsumsi ikan oleh masyarakat Kabupaten Nabire.

Tetapi juga masyarakat yang ada di 4 kabupaten wilayah pegunungan.

Dengan demikian sudah memasuki 3 minggu ini harga ikan di Kabupaten Nabire belum juga stabil alias masih melambung tinggi.

Dan masyarakat lebih memilih untuk membeli daging atau ayam potong yang harganya bisa dijangkau. (des)