Badawei dan Wayase Ramaikan HUT RI di Dogiyai
NABIRE – Dua budaya masyarakat lokal dari Papua, yakni budaya pedalaman dan pantai dan kepulauan ikut meramaikan perayaan Hari Ulang T
Bagikan
NABIRE – Dua budaya masyarakat lokal dari Papua, yakni budaya pedalaman dan pantai dan kepulauan ikut meramaikan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-73 di Kabupaten Dogiyai. Panitia menampilkan wayase sebagai seni budaya dari suku-suku di kawasan pesisir dan kepulauan. Sementara mewakili budaya lokal dari pedalaman, panitia menampilkan seni badawei dari dataran Mapia-Piyaiye, Kabupaten Dogiyai.Ketua Panitia HUT RI ke-73 Kabupaten Dogiyai, Thobias Frans Bunapa melalaui telepon selulernya, Jumat (17/8) sore mengatakan, disamping acara inti, perayaan detik-detik Proklamasi, diselingi dengan penampilan seni budaya Wayase dari pesisir pantai dan seni badawei dari Mapia yang baru pertama kali dimunculkan di depan publik usai upacara bendera.Thobias Bunapa mengatakan mengenang peringatan detik-detik proklamasi di Kabupaten Dogiyai dimulai tepat jam 10.00 waktu setempat. Sedangkan upacara bendera penurunan bendera kebangsaan, Merah Putih dilaksanakan pukul 3 sore. Bupati Dogiyai, Jakobus Dumapa bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dan komandan upacara dari Paskhas TNI.Menurutnya, pelaksanaan peringatan HUT RI ke-73 di Kabupaten Dogiyai berjalan lancar dan tertib, tidak ada kendala sedikitpun. Bahkan cuaca juga ikut mendukung sehingga hingga sore sekitar pukul 17.20 saja matahari belum tenggelam. Ia menambahkan, suksesnya pelaksanaan perayaan HUT RI 73 ini tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga di distrik. Sesuai monitoringnya, mulai dari Distrik Kamu Utara hingga Distrik Mapia Barat (ada 7 distrik dan 10 distrik di Kabupaten Dogiyai), perayaan peringatan HUT RI di tingkat distrik sudah terlaksana dengan aman dan lancar. Disamping pentas seni budaya lokal Papua, dari dua kultur budaya yang berbeda, Ketua Panitia menambahkan, peringatan HUT RI di Kabupaten Dogiyai penuh dengan pembagian hadiah bagi peserta lomba di tingkat lokal, regional bahkan internasional.Peringatan hari kemerdekaan bangsa Indonesia di Kabupaten Dogiyai tahun ini memiliki nilai tersendiri bagi masyarakat setempat. Karena, untuk memaknai penghargaan terhadap pejuang terdahulu, Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa memberikan penghargaan kepada pejuang lokal usai upacara bendera. Dan kesempatan itu juga Bupati Dogiyai menerima atribut dinas pemerintah dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki pensiun tahun ini. (ans)
Bagikan artikel ini



