Asosiasi MRP Ancam Pilkada Dibatalkan Bila...!
NABIRE - Asosiasi Majelis Rakyat Papua di Tanah Papua mengancam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Tanah Papua siap dibatalkan, apabila ada Bakal Calon Gubernur (Bacagub), Calon Wakil Gubernur (Cawagub) serta Calon Bupati (cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) non-Papua yang bertarung dalam Pilkada serentak di Tanah Papua.

NABIRE - Asosiasi Majelis Rakyat Papua di Tanah Papua mengancam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Tanah Papua siap dibatalkan, apabila ada Bakal Calon Gubernur (Bacagub), Calon Wakil Gubernur (Cawagub) serta Calon Bupati (cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) non-Papua yang bertarung dalam Pilkada serentak di Tanah Papua.
Penegasan itu disepakati bersama dalam pertemuan MRP se-tanah Papua di Timika baru-baru ini.
"Kami tidak mau tau, Cagub, Cawagub dan Cabup/Cawabup di seluruh tanah Papua harus orang asli Papua (OAP)," kata Ketua MRP-PT, Agustinus Anggaibak, kepada Papuapos Nabire saat ditemui di ruang kerjanya.
"Kalau tidak, kita akan batalkan Pilkada Serentak di seluruh tanah Papua," lanjutny Ketua Asosiasi MRP se-Tanah Papua itu.
Dirinya menjelaskan, hasil kesepakatan ini adalah bentuk penerapan amanat Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Nomor 2 Tahun 2021 agar benar-benar terlaksana di tanah Papua.
"Orang asli Papua yang dimaksud adalah mama dan bapak orang asli Papua atau bapak asli Papua dan mama non-Papua. Kalau yang bapak non-Papua dan mama Papua tidak masuk kategori OAP," katanya.
Hak OAP dalam dunia politik (Pileg dan Pilkada) tidak boleh direbut orang lain. Jangankan non-OAP calon dalam bursa politik di tanah Papua, OAP yang asal wilayah Papua lain di Papua tetapi calon di wilayah lain pun akan menjadi perhatian asosiasi MRP.
Agustinus mengingatkan, penyelenggara Pilkada lebih-lebih kepada partai politik yang sedang membuka pendaftaran agar tidak menerima orang non-Papua calon dalam Pilkada.
"Saya ingatkan KPU dan lebih-lebih kepada partai-partai poltik yang sedang buka pendaftaran, stop terima non-Papua mendaftar di partai-partai politik dan diberikan rekomendasi," tekannya.
Menurut Agustinus, dalam waktu dekat pihaknya juga akan bertemu Presiden RI dan Kemendagri untuk menyampaikan poin-poin yang disepakati bersama MRP setanah Papua di Timika.
" Besok, kita akan berangkat ke Jakarta ketemu Kemedagri dan Presiden Joko Widodo. Kita akan berikan penegasan kepada pimpinan pemerintahan agar mengakomodir poin-poin yang kami hasilkan salah satunya adalah pencalonan di Pilkada," pungkasnya.(rob)
Bagikan artikel ini



