NABIRE - Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Nabire, La Halim, S.Sos., mewakili Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si, menghadiri acara Halalbihalal yang diselenggarakan oleh para guru Madrasah, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire. 

Acara yang berlangsung penuh khidmat ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta menjadi momentum saling memaafkan setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Semangat kebersamaan terpancar jelas dalam pertemuan yang menyatukan para pendidik lintas jenjang tersebut.

Dalam sambutan tertulis Bupati Nabire yang dibacakannya, La Halim menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru Madrasah dan guru PAI yang telah berperan krusial dalam membentuk karakter generasi muda di Kabupaten Nabire. 

Ia menekankan bahwa peran guru tidak hanya terbatas sebagai pengajar di dalam kelas, tetapi juga sebagai pembimbing moral yang menanamkan nilai-nilai keagamaan. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, dedikasi para guru dianggap sebagai fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang harmonis.

La Halim menyoroti betapa strategisnya peran guru agama dalam menghadapi dinamika sosial saat ini. Nabire membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki spiritualitas yang kuat dan akhlak yang mulia. 

Ia berharap melalui semangat halalbihalal ini, dedikasi para pendidik dalam dunia pendidikan semakin meningkat, sehingga mampu membentengi anak didik dari pengaruh negatif lingkungan luar.

Menariknya, kehadiran perwakilan Densus 88 Antiteror dalam acara tersebut turut menjadi perhatian khusus. La Halim memperingatkan bahwa saat ini sasaran utama penyebaran ideologi yang menyimpang adalah anak-anak usia sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK. 

Dirinya mengingatkan, jika anak-anak diberikan informasi yang salah sejak dini, maka mereka akan mengambil langkah yang salah di masa depan, sehingga peran guru dalam memberikan pemahaman agama yang benar menjadi sangat vital.

La Halim memberikan perumpamaan tentang penggunaan pisau; jika sejak kecil diajarkan bahwa pisau berfungsi untuk memotong buah dan bumbu, maka anak akan menggunakannya untuk kebaikan. 

Sebaliknya, jika ditanamkan bahwa pisau adalah alat untuk membunuh, maka persepsi itulah yang akan menetap hingga dewasa. Hal ini menjadi analogi bagi pengajaran agama, di mana guru memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan nilai-nilai yang ditanamkan adalah nilai kedamaian dan kasih sayang.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Drh. Dina Pidjer, juga memberikan sambutan yang penuh motivasi. ia mengapresiasi kerja keras panitia dan semangat para guru yang hadir meski dalam suasana yang sederhana namun bermakna. 

Dina menegaskan, dinas pendidikan akan selalu mendukung penuh kegiatan seperti ini karena dampaknya yang positif terhadap peningkatan profesionalisme dan soliditas antar tenaga pendidik di wilayah tersebut.

Dina Pidjer menekankan, sebelum membentuk karakter peserta didik, para guru harus terlebih dahulu menjadi teladan dalam akhlak dan perilaku. Ia mengajak para guru untuk menjadikan momen Halal bi Halal sebagai ajang memperbaiki hubungan internal. 

Menurutnya, mustahil bagi seorang pendidik untuk menjalin silaturahmi yang baik dengan masyarakat luas, jika di antara sesama rekan guru agama sendiri belum terjalin komunikasi yang harmonis dan saling memaafkan.

Menutup rangkaian sambutan, diharapkan melalui kegiatan ini akan lahir semangat baru dalam dunia pendidikan di Nabire. Dengan penguatan karakter dan akhlak yang dimulai dari para gurunya, visi dan misi Bupati Nabire untuk menghasilkan insan yang unggul, berkarakter dan mampu bersaing di tingkat nasional dapat segera terwujud. Pendidikan di Nabire diharapkan terus maju dan berkualitas tinggi, mencetak generasi emas yang membanggakan daerah.(sam)