Animo Masuk SMAN 1 Cukup Tinggi, Ruangan Kelas Terbatas
NABIRE - Telah kita ketahui Bersama, pada Senin 16/6/2025) malam telah diumumkan hasil penerimaan murid baru di SMA Negeri 1 Nabire, dari 720 calon murid baru yang mendaftrakan diri ternyata hanya 515 murid yang mengikuti tes dan pihak sekolah SMAN 1 Nabire hanya bisa mengakomodir atau menerima 360 calon murid baru untuk mengisi kekosongan 10 ruangan kelas.

NABIRE - Telah kita ketahui Bersama, pada Senin 16/6/2025) malam telah diumumkan hasil penerimaan murid baru di SMA Negeri 1 Nabire, dari 720 calon murid baru yang mendaftrakan diri ternyata hanya 515 murid yang mengikuti tes dan pihak sekolah SMAN 1 Nabire hanya bisa mengakomodir atau menerima 360 calon murid baru untuk mengisi kekosongan 10 ruangan kelas.
Untuk itu, dari jumlah murid yang tidak diterima, ternyata pada Selasa pagi (17/6), ratusan anak yang tidak diterima orang tuanya datang dan meminta bertemu langsung dengan Kepala sekolah SMAN 1 Nabire bersama Ketua Panitia Sistim Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun pelajaran 2025/2026.
Dalam pertemuan tersebut, para orang tua tetap saja ngotot dan meminta agar anak-anak mereka masuk dan melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Nabire dan berulang–ulang kali Kepala sekolah SMAN 1 Nabire, Yanus Arwam, S.Sos menegaskan, sebagai kepala sekolah bersama panitia dan dewan guru tidak bisa mengambil kebijakan.
DApapun kebijakan pihak sekolah untuk menampung semua murid tidak bisa dipaksakan, karena raungan kelas di SMAN 1 Nabire sangat terbatas dan untuk menjawab keinginan orang tua murid, tergantung keputusan atasan diatas, yaitu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer.

Sebab, kekurangan ruang kelas di SMAN 1 Nabire, bukan salah kepala sekolah bersama dewan guru yang diam diri, tetapi terus berjuang hingga memasukan proposal ke DPRK dan juga ke pemerintah melalui Ddinas pendidikan pada tahun 2024 lalu, namun hingga saat ini belum juga ada jawaban yang pasti.
“Sehingga melalui kesempatan ini orang tua bersama kami pihak sekolah harus berbicara langsung kepada pemerintah daerah agar mulai tahun ini SMAN 1 Nabire sudah harus dibangun kelas dua lantai, karena untuk membangun kelas ke depan atau ke belakang atau ke kiri dan kanan, tidak ada tanah atau tempat lagi, kecuali dengan pembangunna gedung kelas 2 lantai solusinya,” ujarnya.
Untuk itu, pihak sekolah meminta agar kekurangan tidak menerima semua murid baru, jangan sampai semua kesalahan ada pada pihak sekolah dan guru-guru SMAN 1 bukan tidak sanggup mendidik anak-anak masyarakat di daerah ini, tetapi dengan adanya keterbatasan ruang kelas menjadi masalah yang harus didapati di setiap awal tahun pelajaran.(des)
Bagikan artikel ini



