Angka Ekstrim di Papua Tengah Harus Dicatat Baik
NABIRE - Angka ektrim secara keseluruhan di Provinsi Papua Tengah sebanyak 75 ribu. dari angka 75 ribu ini perlu dicatat baik dan diketahui penyebarannya ada di kabupaten mana saja. Sebab dengan data yang baik dan benar, pemerintah juga ditargetkan untuk mengurangi angka ektrim itu. Dan hal ini menjadi tugas dan target bersama untuk diselesaikan secara bertahap.

NABIRE - Angka ektrim secara keseluruhan di Provinsi Papua Tengah sebanyak 75 ribu. dari angka 75 ribu ini perlu dicatat baik dan diketahui penyebarannya ada di kabupaten mana saja. Sebab dengan data yang baik dan benar, pemerintah juga ditargetkan untuk mengurangi angka ektrim itu. Dan hal ini menjadi tugas dan target bersama untuk diselesaikan secara bertahap.
Demikian dikatakan Pj Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos,MM, di sela-sela launching Bantuan Sosial (Bansos), Rabu (18/10/23) di halaman Kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Tengah.
Dikatakan, di dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lainnya diharapkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Papua Tengah, harus berpedoman dan mengacu pada masyarakat yang ber-KTP Provinsi Papua Tengah. Dengan demikian angka ekstrim bisa ikut berkurang.
Kata dia, sasaran bantuan yang akan diberikan itu benar–benar dengan baik dan menyentuh seluruh masyarakat Provinsi Papua Tengah. Dan hasilnya bisa dilihat dengan penurunan angka ekstrim. Untuk itu dirinya berharap untuk bekerja dengan data yang baik dan penyebarannnya ada di mana saja dan semua harus dikerjakan dengan target yang jelas.
Berdasarkan data proposal yang masuk itu sebanyak 20 ribu dan setelah disortir dan dibagikan langsung ke masing-masing bidang di semua OPD, bantuan dana ini sangat kecil nilainya. Tetapi jika digunakan dengan baik pasti akan lebih besar. Sehingga bagi yang usahanya berjalan dan lancar akan diperhatkan oleh pemerintah.
“Jika ada kemauan pasti juga ada jalan. Jangan kalau saudara datang tinggal diberikan saja, akhirnya usaha yang sedang dijalani kembali macet,” ujar Pj Gubernur Ribka Haluk.
Dirinya selaku Pj Gubernur Papua Tenah meminta kepada Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Provinsi Ppaua Tengah untuk tetap semangat. Karena masalah yang paling besar adalah masalah sosial.
“Saya meminta kepada seluruh kepala dinas, dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat harus selalu kompak dan bersatu untuk menyelesaikan masalah sosial yang ada di wilayah Provnsi Papua Tengah. Sebab masalah apapun yang kita hadapi hanya bisa diselesaikan dengan kekompokan dan kebersamaan,” ujarnya. (des)
Bagikan artikel ini



