Anda Datang Ke Papua, Anda Cari Mati !
NABIRE - Betapa tidak, saat ini untuk menangani Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Perawatan (PDP) hingga Positif Covid di Pro
NABIRE - Betapa tidak, saat ini untuk menangani Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Perawatan (PDP) hingga Positif Covid di Provinsi Papua masih membanyangi sejumlah kekurangan. Dari Alat Pelindung Diri (APD), tenaga dokter paru, ventilator hingga fasilitas kesehatan lainnya pun masih minim. Karena itu pandemi Covid-19 jika meningkat di Papua, maka akan sangat berat bagi tim Medis dalam mengambil tindakan terhadap pasien.
Nyarisnya lagi, sudah demikian, namun masih saja kedatangan orang dari luar Papua terus berdatangan baik melalui jalur udara maupun jalur laut. Hal ini semakin memperparah dan sangat memberatkan bagi tenaga medis yang akan menangani pasien virus Covid-19 di Papua.
“ Anda datang ke Papua anda cari mati. Maaf bahasa saya agak tidak sopan. Karena urus kami punya warga saja kami tidak mampu. Apalagi anda datang kesini, percaya kami tidak mampu urus anda,”tegas Jubir Satgas Covid-19 provinsi Papua, Silwanus Sumule dalam potongan rekaman video yang diterima wartawan harian pagi papua pos Nabire, Jumat (27/3) siang.
Dikatakan Sumule, Sekda prov Papua sudah menyampaikan secara tebuka kepada publik bahwa karena banyak keterbatasan pihak pemerintah provinsi Papua tidak akan mampu secara maksimal melayani pasien covid di Papua, sehingga selama masa perberlakukan 14 hari atau pun 91 hari secara nosional warga yang dari luar Papua jangan datang ke Papua.
“Kita kan kemarin pa Sekda sudah menyampaikan kita tidak mampu mengelolah ini, sehingga selama masa perberlakukan ini warga yang dari luar Papua jangan datang ke Papua dulu,”keluh Sumule sedikit tensi.
“Anda datang anda kena Covid-19. Saya pastikan kami tidak akan mampu menolong anda, karena tenaga kita tidak cukup. Dokter Parunya hanya tuju se Papua. Ventilator hanya 60-an lebih, belum lagi yang lain-lain,”akunya.
Orang kena covid-19 ada kategori ringan, sedang dan berat. Karena itu Sumule mengaku, pihaknya sudah menghitung seandainya yang kasus Covid berat mencapai 8000 pasien semua membutuhkan ventilator sementara ventilator yang tersedia hanya 60-an lebih otomatis pasien yang lain akan sangat susah.
“Hitungan kami kemarin yang berat itu 8000 dan semua membutuhkan ventilator. Sementara yang tersedia 60an. Turus sisahnya mau kemana. Karena itu anda mau selamat jangan datang ke Papua. Kita sudah tutup jangan datang ke Papua,”tandas Sumule. (eby)
Bagikan artikel ini



