NABIRE - Aliansi Masyarakat Papua Tengah (AMPT) mendatangi Kantor Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRP-PT) dalam bentuk aksi demo damai, pada Senin (18/03/2024), mempertanyakan hal sulung OAP yang tidak ada dalam Pemilu 2024 dan dijadikan anak tiri di rumah sendiri.


Kegiatan demo damai AMPT tersebut dihadiri perwakilan kepala suku dari delapan kabupaten dan para tokoh pemuda dari delapan kabupaten yang digelar di halaman Kantor MRPT Provinsi Papua Tengah, disambut baik Ketua MRP-PT, Agustinus Anggaibak dan staf dari MRP-PT. Dan diterima masuk ke ruang rapat untuk mendengar aspirasi aliansi masyarakat Papua Tengah.


"Kami mohon dengan hormat, hari ini kami meminta agar MPR-PT mengeluarkan kebijakan agar kami bisa menduduki kursi-kursi parlemen dan bisa mengatur negeri kita sendiri," kata salah satu perwakilan tokoh pemuda.


Sementara itu, Isaias Douw selalu Tokoh Adat di Papua Tengah berharap kepada pihak MRP-PT bisa menanggapi aspirasi tersebut, karena Aturan PKPU nomor 216 tidak berlaku di negeri ini, khususnya di Nabire Provinsi Papua Tengah.


Pantauan Papuapos Nabire, aksi demo damai berlangsung aman dan dijaga ketat satuan Gabungan TNI/Polri guna menjaga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama.(rob)