NABIRE - Aliansi Perempuan Nabire menggelar musyawarah perekrutan bakal calon Majelis Rakyat Papua (MRP) wakil perempuan wilayah adat 6 suku Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah periode 2023-2028. Musyawarah digelar di Pantai Sami Wataha Nabire, Rabu (26/4/23). Musyawarah turut dihadiri Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, Sekda Nabire, Pieter Erari, SE, M.Si, enam tokoh sulu adat dan perwakilan perempuan Nabire.

Dalam laporannya, Ketua Aliansi Perempuan Nabire, Oktovina Woromboni, S.sos, mengatakan, organisasi Aliansi Perempuan Nabire merupakan 

wadah untuk berkumpul, beraktifitas dan tempat menyampaikan aspirasi. Aliansi Perempuan Nabire juga menjadi wadah untuk mempersatukan, memberdayakan, serta menjadi tempat dimana perempuan Nabire berserikat untuk menunjukan kekuatannya, kemampuannya dan ketrampilannya bagi negeri ini.

“Musyawarah ini adalah sebuah momentum yang bersejarah dimana perempuan-perempuan dari enam suku duduk bersama bermusyawarah menentukan siapa dari kita perempuan Nabire yang akan mewakili kita duduk di MRP sebagai calon MRP Provinsi Papua Tengah,” tuturnya.

Dalam periode yang lalu, MRP belum pernah ada keterwakilan dari perempuan Nabire. Di waktu yang lalu banyak perempuan Nabire ikut mencalonkan diri sebagai anggota MRP. Namun berakhir dengan kekecewaan dan kegagalan.

“Semua itu terjadi karena kita masih berada di wilayah Meepago, sementara enam suku pesisir Nabire mempunyai kultur Saireri. Kita tidak berdaya karena kita ada di wilayah Meepago. Tapi hari ini kita patut mengucap syukur kepada Tuhan karena dengan terbentuknya Provinsi Papua Tengah membawa seorang perempuan Papua yang hebat dan tangguh Ibu Pj Gubernur Papua Tengah, kami bersyukur karena pada hari ini ada perempuan yang datang memimpin kita,” paparnya.

Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, kita ini hidup di ibukota Provinsi Papua Tengah. Bupati berharap, sebagai anak asli harus bisa menentukan jati diri kita karena ini penting. Karena kita ada di ibukota Provinsi Papua Tengah maka ini merupakan salah satu langkah awal.

“Kalau langkah awal kita salah menentukan untuk pertama ini, maka kedepan juga akan salah. Maka itu saya percaya kepada perempuan Nabire hebat, kalian kuat dan pintar. Karena hari hari ini menentukan sikap melalui penentuan pemilihan penentuan MRP ini. Saya percaya bahwa kalian akan menyatukan satu sikap,” tutur Bupati Mesak.

Salah seorang peserta musyawarah perempuan Nabire, Yane, mengatakan, perempuan harus bisa duduk di bangku MRP, bisa seperti di daerah lain. 

“Salah satu contoh kita punya Ibu Pj Gubernur yang mewakili kita perempuan jadi kita harus bisa menangkan ini lagi dan kalau bisa jangan hanya MRP, kita perempuan juga harus maju DPR kabupaten dan provinsi,” ujarnya. (rob)