NABIRE – Kepala Suku Besar Wate, Alex Raiki menegaskan jika pihaknya selalu kepala suku dan juga pemilik hak wilayat, sudah menyiapkan lahan/tanah seluas 350 hektar untuk Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Lahan tersebut berlokasi di Kampung Kaladiri 2 Distrik Wanggar.

“Saya selaku Kepala Suku Besar Wate di Nabire menegaskan bahwa tidak ada lokasi lain lagi, selain yang sudah diploting areal oleh Biro Tapem Provinsi Papua Tengah,” ujarnya kepada media ini, Senin (27/3/23) kemarin.

Terkait dengan adanya tumpang tindih area atau bersentuhan dengan lokasi warga, kata dia, itu tanggung jawab pihaknya (adat, red). Lokasi yang akan digunakan untuk membangun perkantoran Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saat ini tengah ditangani oleh panitia pengadaan tanah dari Asisten 1 Setda Papua Tengah.

Alex Raiki berharap kepada pemerintah pusat dan masyarakat agar tidak mendengar isu-isu yang tidak bertanggung jawab terkait lokasi pembangunan Kantor Gubernur Papua Tengah. Karena kantor gubernur adalah perpanjangan tangan dari pemerintah pusat.

“Saya selaku Kepala Suku Besar Wate siap menyukseskan program pemerintah untuk menyediakan lokasi tanah untuk pembangunan Kantor Gubernur Papua Tengah. Tidak ada suku lain yang menyerahkan tanah kecuali Suku Wate bersama 6 suku di pesisir,” ungkap Alex Raiki.

Lebih lanjut dikatakan, di era otonomi khusus ini sejumlah program pemerintah akan berjalan, terutama pelayanan serta pendekatan pemerintah kepada masyarakat.

Ditambahkan, DOB merupakan solusi yang mendekatkan pemerintah kepada kabupaten-kabupaten terjauh dan terpelosok. Sehingga yang dimaksud dengan mensejahterahkan rakyat Papua itu terjawab, terkait dengan fasilitas pemerintah seperti lokasi kantor sebagai sarana penunjang. (rob)