Alberd Wamuni : Mari Kita Bekerja Keras dan Penuh Disiplin
INTAN JAYA - Peringatan Detik-detik Proklamasi dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70 tahun 2015 tingkat Distrik Homeyo Kabupaten Intan Jaya dilaksanakan mulai pukul 09.00 pagi yang diadakan di Lapangan Terbang Kota Kursi Pogapa Ibukota Distrik Homeyo. Kepala Dis
Bagikan
INTAN JAYA - Peringatan Detik-detik Proklamasi dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70 tahun 2015 tingkat Distrik Homeyo Kabupaten Intan Jaya dilaksanakan mulai pukul 09.00 pagi yang diadakan di Lapangan Terbang Kota Kursi Pogapa Ibukota Distrik Homeyo. Kepala Distrik Homeyo Alberd Wamuni, S.Sos, bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup).
Dalam sambutannya Kadistrik Alberd Wamuni, mengatakan, peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia kita dapat maknai sebagai momentum kebersamaan dalam mewujudkan cita-cita/visi-misi daerah Kabupaten Intan Jaya pada umumnya dan Distrik Homeyo ini pada khusus, sebagaimana tertuang dalam thema ”Ayo Kerja” dan sub tema “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Sukseskan Gerakan Nasional ”Ayo Bekerja” Demi Tercapainya Impian Kita dalam Meningkatkan Kesahjeteraan Masyarakat Kabupaten Intan Jaya pada khususnya Distrik Homeyo ini.Lanjutnya, gerakan nasional “Ayo Bekerja“ ini marilah kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari di daerah Distrik Homeyo ini, ayo mari kita kerja dan kerja”, memberikan semangat untuk memperbaiki kehidupan pribadi, keluarga, kelompok dan organisasi yang kita pimpin sebagai aparat pemerintahan kampung-kampung, staf PNS distrik, sebagai petugas kesehatan pendidikan/guru-guru dan semua organisasi kemasyarakatan.“Oleh karena itu saya sebagai Kepala Distrik Homeyo selama ini saya telah mengamati beberapa staf pegawai distrik, aparat kampung/desa, petugas pendidikan/guru-guru dan juga petugas kesehatan banyak yang telah meninggalkan tempat tugas dan banyak sekali mereka keluar Distrik Homeyo ini meninggal tugas, maka saya menegaskan sebelum masuk bulan September aparat petugas ini harus secepatnya berada di tempat tugas masing-masing,” tekannya. Terangnya, kita diberi tugas dan tanggung jawab yang besar oleh negara/pemerintahan dengan diberi fasilitas gaji sesuai dengan tugas kita masing-masing, untuk melayani dan membangun masyarakat kita di daerah ini. “Kalau perintah ini tidak didengarkan saya akan menyurati dan melaporkan langsung kepada bupati dan kepala SKPD masing-masing kabupaten Intan Jaya. Mari kita bekerja penuh disiplin dan delikasi yang tinggi janganlah kita selalu tanya kepada pemerintah atau atasan kita terus, tetapi marilah kita tanyalah pada diri kita masing-masing, apa yang saya buat untuk pemerintah atau untuk banyak masyarakat,” ujarnya. Ditambahkan Alberd Wamuni, saya ingin sampaikan beberapa point penting untuk kita laksanakan bersama, diantara lain, pertama marilah kita tingkatkan dan bangun kerja sama yang baik, melalui komunikasi dan koordinasi antara pemerintah distrik dengan aparat kampung, baik pada pendidikan, kesehatan dan dengan pihak TNI-Polri, tokoh intelektual dan mahasiswa serta dengan seluruh tokoh masyarakat yang ada di daerah ini. Karena komunikasi dan koordinasi adalah salah satu kunci keberhasilan dalam segala tugas dan pelayanan kita masing-masing. Kedua, saya minta kepada seluruh masyarakat Homeyo, mari kita bekerja keras masalah pendidikan di daerah ini, semua orang harus perlu sekolah dan mendukung masalah pendidikan terutama kita harus menyekolahkan dan mendukung baik anak-nak kita. Karena pendidikan adalah kunci suksesnya masa depan kita, sebab tanpa orang pendidikan kita tidak bisa merubah sesuatu dalam kehidupan kita sekarang maupun, masa yang akan datang. Lanjutnya, ketiga, marilah kita terus mempertahankan dan membangun budaya damai dan persaudaraan secara terbuka apa adanya dengan siapa saja dan kapan saja mulai dari pribadi, keluarga kelompok dan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatn lainya. “Kita baru-baru ini mendengar bahwa di Kabupaten Tolikara terjadi pertikaian antara umat beragama, itu bisa terjadi kurang membangun toleransi umat beragama serta kurang adanya koordinasi dan komunikasi dalam kehidupan beragama, oleh karena itu daerah ini tidak boleh terjadi hal seperti itu, tetapi mari kita terus ciptakan tali persaudaraan dengan kasih damai,” tekan Kadistrik Homeyo ini dengan tegas.Kemudian, hal penting lainnya, yakni bagi keduapuluh satu Kakam se Distrik Homeyo silakan gunakan dana program pembagnunan desa/kampung per setiap kampung mendapatkan alokasi dana bersumber dari APBN dari Presiden Jokowi Rp.300.000.000, dan tahun ini sudah mulai dicairkan melalui Bupati Kabupaten Intan Jaya. Oleh karena itu, dana ini harus digunakan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan program yang ditetapkan untuk kesejahteraan semua warga kampung. “Saya tegaskan dana ini jangan pakai dan gunakan dalam penyelesaian masalah-masalah denda-denda atau urus bayar mas kawin dan lain-lain. Kalau ada desa yang menyalahgunakan dana tersebut, saya akan catat kepala kampung itu dan langsung laporkan ke Bupati Intan Jaya,” ungkapnya.Terakhir, saya minta seluruh warga masyarakat se Distrik Homeyo, terus mempertahankan persatuan dan kesatuan untuk mendukung program pembagunan daerah. “Dengan pesatuan kesatuan kita bisa merubah wajah kehidupan pembangunan sesuai semboyan kerja keras kita “Bersatu kita teguh bercerai kita akan runtuh,” imbuhnya. (wan)
Bagikan artikel ini



