NABIRE - Sesuai dengan hasil Rapat Kerja (Raker) tingkat Klasis Paniai pertama di Jemaat GKI Maranatha Ayombai, Raker Klasis II di Topo Distrik Uwapa dan Raker Klasis ke III di Sima telah direkomendasikan pengoperasian satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) lagi di Kabupaten Nabire untuk mendorong kemajuan dunia pendidikan. Untuk itu, pada Jumat (8/5) telah berlangsung sebuah rapat dipimpin langsung oleh PSW YPK Paniai Drs.Barnabas Watopa,M.Si dan dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, yang terdiri dari beberapa orang guru aktif dan guru pensiun yang ingin mengabdikan diri sebagai bentuk kepedulian untuk membangun dunia pendidikan.Pada rapat tersebut telah disepakati untuk dibentuk dua panitia yakni panitia penerimaan murid baru dan pantia pembangunan SMK YPK. Hal ini dilakukan lebih awal mengingat awal tahun pelajaran 2015/2016 yang semakin dekat dan untuk sementara Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SMK YPK berlangsung di gedung SMA YPK Tabernakel Oyehe.Dan SMK YPK yang akan dibuka pada awal tahun pelajaran 2015/216 sudah harus menerima murid baru, dengan program jurusan pertambangan dan teknologi informasi. Sehingga diharapkan panitia yang telah dibentuk harus dapat bekerja semaksimal mungkin agar penerimaan murid baru tetap terlaksana dan operasional sudah harus berjalan.Untuk itu PSW YPK Paniai Barnabas Watopa, dalam arahan pembukaan mengatakan, sebagai anak-anak gereja yang terpanggil untuk menata pendidikan YPK kedepan lebih baik, karena kondisi YPK disaat ini sangat membutuhkan kita semua untuk duduk bersama membawa YPK kearah yang lebih baik lewat dunia pendidikan.Sehingga, tambahnya, dengan membangun satu SMK YPK di Kabupaten Nabire ini agar kita dapat melaksanakan amanat Yesus yang menjadi dasar pengoperasian SMK tersebut dengan motto ‘Biarkanlah anak-anak itu datang kepada Ku, jangan menghalang-halangi mereka’. Untuk itu kita harus bangkit kembali dari ketertinggalan dalam membangun dunia pendidikan lewat YPK.Dengan operasional SMK YPK di SMA YPK Nabire dan pihak panitia pembangunan sudah menyiapkan tanah dan bukti pelepasan, maka langkah selanjutnya menjadi kewajiban pemerintah pusat untuk membangun fisik atau gedung sendiri milik SMK YPK. Dan yang perlu dipahami oleh kita semua bahwa operasional SMK YPK ini bukan sekedar dibangun, akan tetapi telah didukung oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire.Sementara itu, mantan guru H.U. Sawaki, menambahkan, pendidikan YPK kedepan harus memakai pola yang ditinggalkan oleh Zendeling dengan pola asrama dan selama ini YPK dibilang tidak maju-maju karena tidak ada keterlibatan semua anak-anak YPK, sehingga kedepan harus ada keterlibatan pihak gereja untuk membantu anak sulungnya YPK. (des)