NABIRE – Sebagian tenaga honorer Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai mempertanyakan alasan menghentikannya ukur dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) bagi tenaga honorer pendidikan (Nahordik) dan tenaga honorer kesehatan (Nahorkes) secara mendadak. Syarat yang disodorkan pemerintah kepada tenaga honorer sebelum mengukur pakaian dinas, mendadak dan tidak diberlakukan kepada tenaga honorer dinas lain yang sudah mengukur dinas sejak awal pekan ini.Tenaga honorer dari dua instansi tersebut juga mempertanyakan, mendadaknya persyaratan yang disodorkan kepada tenaga honor, pilihan akan tunduk dengan absen elektronik atau tidak. Tenaga honorer bisa mengukur seragam ASN apabila mau mengikuti absen elektronik dan akan ditolak jika tidak mau menggunakan absen elektronik.Beberapa tenaga honorer dari Dinas Pendidikan Kabupaten Dogiyai, melalui sambungan telepon dari Moanemani, Jumat (20/9) sore mempertanyakan alasan pemerintah menghentikan pengukuran seragam ASN bagi tenaga honorer dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai. Apalagi perhentian dilakukan setelah sebagian tenaga honorer tersebut sudah mengukur seragamnya.Tenaga honorer tersebut menyatakan heran dengan tindakan panitia/oknum ASN yang menghentikan pengukuran seragam setelah istirahat siang. Sebab, hari Jumat kemarin, panitia menjadwal pengukuran seragam dinas untuk Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Dogiyai.Tetapi, kata tenaga honorer dari Moanemani, pengukuran seragam dihentikan, siang usai sholat siang, ketika memasuki giliran tenaga honorer Dinas Kesehatan dan Dinas Kesehatan di wilayah 5 distrik Mapia-Piyaiye, panitia menghentikan karena adanya protes atas syarat yang baru ajukan setelah sesi istirahat, selesai sholat siang.Sementara itu, tenaga honorer lain menilai protes dari beberapa tenaga honorer sebagai strategi untuk menggagalkan pengukuran baju dinas ASN kesehatan dan pendidikan bagi tenaga honorer dari lima (5) distrik dari kawasan Mapia - Piyaiye.Sebab, syarat dan tawaran setuju tidaknya penggunaan absen elektronik baru disodorkan kepada honorer guru dan kesehatan ketika tiba giliran untuk tenaga honorer kesehatan dan pendidikan dari lima distrik. Karena, panitia sudah menyelesaikan pengukuran seragam ASN bagi tenaga honorer guru dan kesehatan dari lima distrik di lembah Kamuu. Dan syarat ini juga tidak pernah disampaikan saat pengukuran seragam dinas untuk tenaga honorer dari instansi lain di lingkungan pemerintah Kabupaten Dogiyai. Menurut tenaga honorer, seperti dituturkan lewat telepon, tenaga honorer dari Dinas Kesehatan dan Pendidikan mengabdi di lapangan sehingga tidak mungkin absen dengan elektronik. Absen elektronik hanya cocok bagi ASN yang bekerja di kantor.(ans)