NABIRE - Secara keseluruhan, jumlah murid SD BM kurang lebih ada 95 % Orang Asli Papua (OAP). Pihak sekolah memiliki keterbatasan ruangan kelas, sementara jumlah murid berjumlah 351 orang berdasarkan data Dapodik. Demikian dikatakan Kepala Sekolah SD Bhkati Mandala (BM) Nabire, Paulina Sejumpode Pongtirante, S.Pd.

Dari data kepala sekolah masih ada lahan kosong yang bisa dibangun dua sampai tiga ruangan kelas baru. Agar bisa menjawab kebutuhan kekurangan ruangan kelas. Sebab untuk saat ini semua kelas dari kelas I hingga kelas VI itu pararel kelas A dan kelas B dengan jumlah murid perkelas 35 murid.

“Jika kita berbicara soal ketentuan data Dapodik dalam satu ruangan kelas hanya bisa menampung 28 hingga 30 murid. Namun di SD BM jumlah murid dalam satu kelas sudah melebihi ketentuan Dapodik. Sehingga dari tanah kosong yang ada bisa pemerintah bantu membangun dua hingga tiga kelas baru lagi,” kata Kepala SD BM Nabire, Paulina Sejumpode Pongtirante, S.Pd kepada Papuapos Nabire, Kamis (18/9/25) di ruangan kerjanya.

Ditambahkan, pihaknya ingin menerima murid yang banyak namun faktanya jumlah ruangan kelas yang sangat terbatas. Dan semua murid yang masuk di SD BM itu rata –rata tinggalnya di seputar Perumahan KPR Nabarua Atas dan sekitar Pasar Sore.

Dengan keterbatasan ruangan kelas, diharapkan adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire. “Kemana lagi kami harus mengadu, kalau tidak melalui Dinas Pendidikan selaku orang tua dalam rumah besar dinas pendidikan,” tuturnya.

Lanjutnya, dari 351 murid jumlah keseluruhan di SD BM Nabire hingga saat ini hanya ada 12 ruangan kelas. Jumlah ini tidak mungkin mampu menampung 351 murid.

”Kami pihak sekolah hanya bisa bermain dalam akal sehat. Yang tidak bisa dibisakan demi menjawab animo orang tua murid untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SD BM Nbaire,” keluhnya. (des)