NABIRE -  91  Tahun WKRI DPC Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire diperingati dengan rangkaian kegiatan, seperti ibadah syukuran, pengobatan masal gratis, pameran  hasil karya, acara resepsi bersama, pemotongan kue ulang tahun WKRI Ke-91 dan pemberian hadiah bagi pemenang lomba karya Ibu-ibu WKRI, Sabtu (27/6), pekan kemarin  di Gereja  Kristus Raja Damai  Stasi Topo Distrik Uwapa. Kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin langsung oleh Romo Puspu mengambil FirmanTuhan terdapat didalam Injil Matius (pasal 8-1-15) dengan kotbahnya sesuai dengan tema WKRI  tiga hal mendasar utama bagi kita manusia, yakni melayani orang lain dengan setia, melayani tanpa mengetahui orang lain kecuali Tuhan kita Yesus Kristus dan melayani dengan senang hati karena  kita diberkati oleh Tuhan.Ketua Panitia mengatakan atas partisipasi, kekompakan dan kebersamaan  yang  baik diantara kita teristimewa adalah ibu-ibu WKRI DPC KSK Nabire hingga sampai saat ini, kegiatan kita dapat berjalan dengan baik. Untuk itu, atas nama panitia mengucapkan terima kasih banyak semoga tugas dan pelayanan kita terhadap orang lain dapat ditingkatkan lagi, agar kita kaum perempuan  juga bisa mampu memimpin.Dan tak lupa, katanya, dukungan moril maupun materil dari berbagai pihak terutama pemerintah daerah kami ucapkan terima kasih banyak dan selanjutnya tak hanya disitu saja akan tetapi diharapkan  dapat meningkatkan, karena organisasi WKRI  adalah sebuah organisasi resmi oleh pemerintah agar pembangunan daerah kita dapat maju dan sejahtera terhadap masyarakat benar-benar merasakan  sesuai impian dan kerinduan rakyat.Dalam sambutan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga  Berencana  Kabupaten Nabire, Yufinia Mote Douw  mengatakan, bahwa kaum perempuan telah menunjukkan kiprahnya, bukan saja saat ini tetapi sejak dulu dalam pergerakan perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia.Oleh karenanya, perempuan sudah selayaknya disejajarkan  dengan kaum laki-laki. Ungkapnya, dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan, kaum perempuan juga tidak dibilang kecil perang dan kiprahnya. Perempuan telah menunjukkan kemampuannya. “Dalam mengisi kemerdekaan dan berperan dalam pembangunan, perempuan tidak harus menjadi wanita karier atau pegawai dan pejabat, tetapi dengan segala profesi yang dimilikinya dengan tidak mengenyampingkan kodratnya,”  tuturnya.Atas kiprah dan peran yang telah ditunjukkan kaum perempuan dari dulu hingga saat ini, Yufinia Mote menyampaikan dengan tegas agar kekerasan terhadap perempuan harus dihentikan. “Stop kekerasan terhadap perempuan, hentikan kekerasan baik itu dalam rumah tangga (KDRT ), maupun diluar rumah. Hentikan kekerasan terhadap perempuan baik secara fisik maupun fsikologi. Stop melecehkan kaum perempuan, karena tanpa perempuan pembangunan tidak akan berjalan, perempuan mempunyai  peran besar dalam menunjukkan pembangunan bangsa dan negara,” tandasnya.“Saya  minta perempuan jangan kecil hati, pahami bahwa di setiap perempuan ada kemampuan yang dimiliki dan itu perlu kita sadari untuk selanjutnya dikembangkan untuk mengembangkan diri.  Tuhan memberikan anugerah dan itu perlu sadari dan dikembangkan.Yang melekat saat ini perempuan harus mampu untuk mengembangkan dirinya,” tuturnya. Peringatan HUT WKRI DPC Kristus Sahabat  Kita (KSK) Nabire ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun yang dilakukan oleh Ketua WKRI KSK Nabire. Acara itu juga dimeriahkan dengan tuntutan syair-syair atau lagu-lagu pujian dibawakan oleh kelompok WKRI dan iringi dengan pemasangan lilin dan pemadaman lilin api. Hadir pada kesempatan tersebut, Plh Bupati Nabire diwakili Asisten III Setda Nabire Pieter Erari  SE.,M.Si, perwakilan DPRD  Nabire, mantan Bupati Nabire  Isaias Douw,S.Sos, Kepala  Distrik Uwapa dan jajarannya, Danramel Uwapa dan Jajarannya serta para undangan lainnya. (modes)