NABIRE - Semenjak awal tahun 2014 atau lebih tepatnya pada tanggal 17 Januari 2014 ketika terjadi angin puting beliung dan besoknya tanggal 18 Januari terjadi angin dan ombak besar membuat air laut (garam) masuk dan menggenangi sebagian Kampung Makimi.     Pada saat itu pula air garam (asin) juga ikut masuk pada sejumlah sumur atau air minum warga Kampung Makimi. Sehingga air yang tadinya dikonsumsi masyarakat sudah tidak bisa lagi. Sebab air tersebut sudah berasa asin dan warna air berubah menjadi warna merah.   Yang sangat disayangkan, setelah kejadian musibah angin dan ombak yang masuk menggenangi sumur masyarakat dilaporkan hingga Pemerintah Kabupaten melalui kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Nabire. Namun hingga saat ini juga belum ada bantuan maupun perhatian dari Pemerintah Kabupaten Nabire.   Sehingga masyarakat Kampung Makimi hanya bisa menggunakan air sumur yang tadinya untuk diminum. Sekarang sudah bisa digunakan untuk mencuci saja dan masyarakat sangat sulit untuk mendapatkan air minum yang tawar dan sehat alias bersih lagi.   Hasil investigasi wartawan media ini langsung semenjak bulan April hingga bulan Mei ke beberapa orang masyarakat Kampung Makimi, ternyata benar-benar air minum yang selama ini dikonsumsi sudah tidak bisa lagi karena terasa asin airnya.   Dan ada beberapa orang warga kampung yang telah berupaya secara manual menimba air yang ada bahkan menggunakan alkon untuk menyedot air, namun tetap saja masih terasa asin. Ada pula warga yang memindahkan sumur ke tempat lain, tetapi juga tetap sama saja air yang dihasilkan terasa asin dan berwarna merah.(des)