3 Tahun Berturut PD PKBM se Nabire Lulus 100 Persen
NABIRE - Tiga (3) tahun berturut-turut, peserta didik (PD) dari Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) se Kabupaten Nabire dinyatakan lulus
NABIRE - Tiga (3) tahun berturut-turut, peserta didik (PD) dari Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) se Kabupaten Nabire dinyatakan lulus 100 persen.
Tahun ajaran 2019-2020 ini, 400 lebih peserta didik dari PKBM di daerah ini dinyatakan lulus 100 persen.
Kepala Bidang Pendidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dominikus Adii, mengatakan peserta didik dari PKBM dari Kabupaten Nabire, sebanyak 400 orang lebih dari 21 PKM, lulus 100 persen tahun ajaran ini.
Ijazah mereka sudah diserahkan kepada masing-masing peserta pendidikan paket C, pendidikan setara Sekolah Menengah Atas (SMA).
Dominikus Adii menambahkan, lulus 100 persen bukan hanya tahun ajaran ini, tetapi sudah tiga tahun berturut-turut, peserta didik dari PKBM di Kabupaten Nabire lulus 100 persen, sejak tahun ajaran 2016 lalu.
Putera Apogo ini menilai, wabah corona tidak menjadi halangan bagi peseta didik di daerah ini.
Karena, di tengah masa pandemi corona di nusantara, peserta didik PKBM dari Kabupaten Nabire telah berhasil lulus seluruhnya.
Oleh sebab itu, ia menilai, keberhasilan peserta didik dari Kabupaten Nabire dengan lulus 100 persen prestasi yang disumbangkan 21 PKBM yang menyelenggarakan pendidikan paket A, B dan C bagi anak-anak usia sekolah yang putus dari pendidikan formal.
Sementara itu, secara terpisah menanggapi pertanyaan, dengan tidak ada pertemuan di kelas, belajar di rumah, apakah peserta ujian tahun ajaran 2019/2020 dinyatakan lulus semua, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Viktor Tebay ketika mengatakan, tidak.
Sebab, masih ada peserta ujian yang tidak lulus ujian akhir.
Menyinggung perhatian pemerintah kepada PKBM, Kabid TK/PAUD mengatakan, sejak 2016 lalu, PKBM dan PAUD mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui dana BOPK (biaya operasional) berdasarkan jumlah peserta didik yang terinput lewat Dapodik khusus PKBM.
“Besarnya bantuan BOPK disesuaikan dengan jumlah peserta didik setiap PKBM yang terdapat di dalam data Dapodik,” jelas mantan guru SD Negeri 2 Hamadi, Kota Jayapura ini. (ans)
Bagikan artikel ini



