SENTANI-Curah hujan yang sangat tinggi dalam seminggu belakangan ini bukan hanya menyebabkan banjir bandang yang melanda Kota Sentani, Kabupaten Jayapura saja tetapi juga menyebabkan air di Danau Sentani juga ikut meluap dan merendam 24 kampung yang ada di sekitarnya. Dari pantauan harian ini di lapangan bersama tim Bidang Humas Polda Papua, 24 kampung tersebut diantaranya Kampung Doyo Lama, Sosiri, Yakonde, Dondai, Kwadeware, Bambrongko, Simporo, Kameyaka, Abar, Atamali, Putali, Sereh, Ifar Besar, Yoboi, Hobong, Yahim, Yobe, Ifale, Nendali, Asei Besar, Ayapo, Puay, Asei Kecil, Nolokla dan Yokiwa terendam air dengan ketinghian 2 meter. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Ahmad Mustofa Kamal menyebutkan, untuk mengevakuasi warga yang terdampak dari meluapnya air Danau Sentani tersebut, tim Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Papua sudah turun ke 24 kampung tersebut. Meski air Danau Sentani telah merendam ratusan rumah yang ada di 24 kampung itu, Kabid Humas mengatakan situasi masih tergolong aman dan akan terus dilakukan pemantauan oleh tim terpadu TNI-Polri dan instansi terkait. “Tim gabungan TNI-Polri masih terus melakukan pemantauan di 24 kampung serta masih melakukan pencarian korban akibat banjir bandang di sejumlah titik terjadinya bencana dan di lokasi-lokasi yang terisolir” aku Kamal, Kamis (21/3) siang saat di temui di Posko Terpadu bencana banjir Kabupaten Jayapura. Dikatakan, untuk laporan terbaru akan dilaporkan selanjutnya sesuai adanya perkembangan situasi dan bertambahnya jumlah korban yang ditemukan dan jumlah pemukiman atau kampung yang terkena dampak dari terjadinya banjir bandang tersebut. Diketahui, selain luapan air sekitar Danau Sentani juga dipenuhi dengan sampah dan bongkahan kayu berukuran besar sehingga membuat danau sentani seperti kubangan sampah.