20 Maret, Masyarakat Adat Nabire akan Memilih Ketua Dewan Adat
NABIRE – Melalui rapat tokoh adat, perempuan dan pemuda masyarakat adat Kabupaten Nabire, telah menyepakati akan menggelar Musyawarah
Bagikan
NABIRE – Melalui rapat tokoh adat, perempuan dan pemuda masyarakat adat Kabupaten Nabire, telah menyepakati akan menggelar Musyawarah Dewan Adat Kabupaten Nabire untuk memilih Ketua dan Badan Pengurus Dewan Adat Papua (DAP) Kabupaten Nabire. Rapat yang digelar di kediaman Gunawan Hanebora Inggeruhi, Oyehe, Kamis (6/2) dipimpin Robertino Hanebora dan John F Wayar yang ditunjuk sebagai Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris dan Ketua DAP Kabupaten Nabire. Ketua Plt DAP Kabupaten Nabire, John F Wayar mengatakan DAP menunjuk pelaksana tugas untuk melaksanakan musyawarah untuk pemilihan Ketua Dewan Adat Kabupaten Nabire karena masa jabatannya berakhir. Deadline yang diberikan DAP Papua, bulam Maret harus sudah ada Ketua DAP Kabupaten Nabire yang baru. Oleh karena itu, musyawarah harus kita selesaikan dalam bulan ini dan bulan depan. Oleh sebab itu, kata John Wayar, rapat ini untuk membentuk Panitia Pelaksana Musyawarah Dewan Adat Kabupaten Nabire. Peserta rapat secara aklamasi menunjuk John Wayar dan Robertino Hanebora sebagai ketua dan sekretaris panitia dibantu dengan beberapa seksi yang dibutuhkan. Dalam pertemuan tersebut, Robertino Hanebora mengungkapkan, penujukkan Plt Ketua dan Sekretaris DAP Kabupaten Nabire karena kepemimpinan periode lalu kurang nampak kegiatannya sehingga DAP Papua mendesak untuk segera menyelesaikan musyawarah. Musyawarah tersebut akan melibatkan masyarakat adat yang memiliki ulayat di daerah ini, yakni 6 suku di pesisir dan kepulauan dan satu suku dari kawasan pedalaman yakni Siriwo, Dipa, Menou, Uwapa dan Yaro. Sekretaris Dewan Adat Kabupaten Nabire periode lalu, John Wanaha menyatakan sangat mendukung dengan pelaksanaan musyawarah adat tersebut karena selama periode lalu hampir tidak nampak kegiatannya karena terjadi miscommunication antara ketua dan sekretaris juga dengan pengurus lainnya. Salah satu Deklalator Dewan Adat Kabupaten Nabire, bahkan DAP Papua, Hendrik Andoy mengingatkan agar jangan lupa melibatkan saudara-saudari dari ‘gunung’. Apalagi, pada periode pertama Ketua DAP Kabupaten Nabire dijabat oleh saudara kita dari gunung, yakni Alm Yulius Degey bersama Hendrik Rumateray sebagai Sekretaris. Secara terpisah, Robertino Hanebora mengatakan akibat vakumnya kepemimpinan Dewan Adat Kabupaten Nabire, kesempatan yang seharusnya diraih oleh anak adat Nabire seperti pemilihan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Pemilihan anggota DPRP jatah Otsus melalui pemilihan, Dewat Adat tidak merekomendasi calon dari adat Nabire. Rapat menyepakati, akan mengundang 5 wakil dari setiap kampung bersama dengan anak adat Nabire lainnya yang ada di kota Nabire.(ans)
Bagikan artikel ini



