14 Tahun Murid SD YPPGI Maranatha Belajar di Teras Gereja

NABIRE - Tercatat selama kurang lebih 14 tahun sudah para murid SD YPPGI Maranatha dikabarkan belajar atau melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di teras Gereja Maranatha, namun setelah itu kini telah telah dibangun 5 ruangan kelas oleh Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan. Tetapi dari 5 ruang kelas yang sudah dibangun sangat tidak cukup.
Karena hingga saat ini ada dua kelas, yakni kelas V dan kelas VI mengikuti KBM di dua ruangan milik gereja, sementara 5 ruangan kelas yang ada untuk kelas I, II, II dan IV dan semua kelas dipadatkan jumlah murid melebihi ketentuan Dapodik. Di mana untuk kelas II dan kelas III jumlah murid per kelas sebanyak 48 murid.
Sementara untuk kelas IV juga dipadatkan muridnya sebanyak 44 murid per kelas, semua ini dilakukan pihak sekolah karena di SD YPPGI Maranatha Nabire sangat keterbatasan ruangan kelas. Sementara jumlah murid terus mengalami peningkatan di setiap awal tahun pelajaran.
Demikian dikatakan Kepala sekolah SD YPPGI Maranatha Nabire, Maria Kudiai, S.Pd, kepada Papuapos Nabire, Senin (22/9/2025) di ruang kerjanya, seraya menambahkan SD YPPGI Maranatha punya lahan atau tanah kosong yang bisa digunakan untuk pembangunan 4 hingga 5 ruang kelas baru lagi.
Sehingga dengan ketersediaan tanah kosong milik sekolah yang ada, bisa dibangun 4 hingga 5 ruangan kelas lagi oleh Pemerintah Kabupaten melalui dinas pendidikan agar ke depan tidak lagi menumpang, tetapi lebih focus untuk melaksanakan proses belajar dan mengajar di setiap hari efektif belajar sesuai kalender pendidikan.
Sesungguhnya berdasarkan ketentuan Dapodik, pihak sekolah telah melanggar aturan, namun semua dilakukan karena keterbatasan ruangan kelas, sehingga ada 4 kelas yang dipadatkan jumlah murid, sementara dua kelas belajar di gedung milik jemaat.(des)
Bagikan artikel ini



