13 Guru Korban Kekerasan dan Pelecehan Di Aroanop Berhasil Dievakuasi
TIMIKA – Sebanyak 13 guru yang mengabdi di Sekolah Dasar (SD) Aroanopdan Jagamin, yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual
Bagikan
TIMIKA – Sebanyak 13 guru yang mengabdi di Sekolah Dasar (SD) Aroanopdan Jagamin, yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual olehkelompok kriminal bersenjata berhasil dievakuasi oleh anggota TNI keTimika, Kamis (19/4).Para guru tersebut berjumlah 18 orang yang terdiri dari 11 oranglaki-laki dan 7 orang perempuan. Untuk evakuasi tahap pertama sebanyak13 orang yang terdiri dari 7 perempuan dan 6 orang laki-laki.Sementara untuk 5 orang guru masih berada di kampung Aroanop akandievakuasi Jumat (20/4) pagi.Kolonel Inf Frits selaku Dansatgas menjelaskan bahwa saat ini situasidan kondisi di kampung Aroanop aman dan terkendali. “Saat ini kondisikampung diatas, aman terkendali dimana TNI telah memukul mundur KKSBdan mengamankan kampung Aroanop,” jelasnya.Salah seorang guru kontrak di SD Aroanop, Rano Samsul yang ditemui dibandara menceritakan bagaimana kekerasan yang mereka alami. “Jadimereka masuk ke kampung itu dengan cepat dan menyandera kita selama 45menit dan kami juga tidak tahu apa maksud dan tujuan KKSB ke kampungitu. Kami semua para guru ditodong menggunakan senjata api di kepala,”jelasnya.Rano lebih lanjut menjelaskan, bahwa mereka dipisahkan antaralaki-laki dan perempuan.“Para sandera perempuan disiksa dengan cara dipukul, ditendang sertakelompok KKSB juga melakukan pelecehan seksual sehingga menimbulkanluka memar di wajah dan efek trauma psikologis ,” jelasnya lagi.Setelah 45 menit menyandera, KKSB tersebut pergi dengan membawa 10buah HP, 4 buah laptop, sebagian bahan makanan dan pakaian para guru.“Mereka semua merampas barang-barang kami, mereka berjumlah kuranglebih 20 orang dengan membawa senjata api dan senjata tajam dan kitatidak bisa berbuat apa-apa,” ucapnya lagi.Sementara itu, guru yang mengajar di SD Jagamin, Eustakhius Lefteumenjelaskan bahwa keadaan guru yang mengajar di kampung Jagamin dalamkeadaan sehat. “Guru yang mengajar di SD jagamin merasa ketakutandengan keberadaan KKSB itu, syukurnya tidak ada kekerasan yangdilakukan oleh kelompok itu kepada para guru di Jagamin,” jelasnya.Para guru ini mengalami trauma yang sangat dalam ditambah lagi merekabersedih karena beberapa minggu lagi anak-anak SD di Aroanop danJagamin akan melaksanakan ujian, tetapi para guru ini harusmeninggalkan anak-anak sekolah karena harus menjalani perawatan akibatserangan yang dilakukan KKSB. Tekad para guru ini masih besar untukmengajar anak-anak di SD Aroanop dan Jagamin karena para gurumenginginkan anak-anak sekolah disana memiliki ilmu untuk memajukanPapua.Perlu diketahui bahwa para guru ini ada satu orang yang ASN (aparatursipil negara), guru kontrak dan guru PKL dari salah satu Universitasdi Papua.
Bagikan artikel ini



