NABIRE - Tokoh Adat Suku Besar Yerisiam Gua Ayub Kowoy dalam sambutannya pada doa syukur dalam ragka pembukaan lahan pembangunan pabrik kelapa sawit PT. Nabire Baru, Rabu (24/1), bertempat di KM 16 areal perkebunan kelapa sawit PT. Nabire Baru mengatakan, perjuangan untuk membangun sebuah pabrik kelapa sawit ikut menyita waktu yang cukup panjang, kurang lebih 10 tahun.Dikatakan, perjalanan perjuangan perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Nabire banyak onak dan duri, suka dan duka selama sepuluh tahun. Tetapi di hari ini (Rabu 24/1) di tempat ini, dirinya atas nama Suku Besar Yerisiam Gua dan juga pimpinan lembaga adat di Kabupaten Nabire mau mengatakan kesuksesan kita hari ini, lewat suatu doa syukur kiranya akan menjadi kemulian dan hormat bagi nama Tuhan.“Kebun ini akan menjadi saluran berkat bagi semua orang di nusantara kita yang kita cintai ini, khususnya warga masyarakat Nabire, saya mohon terus kita kawal, kita dukung sama-sama PT. Nabire Baru hari ini mulai bekerja dengan sungguh–sungguh dikawal ketat oleh Pemda Kabupaten Nabire dan warga masyarakat Nabire,” ungkapnya. Menurutnya, jika ada persoalan yang perlu dibicarakan bersama, tentunya dapat dijadikan sebuah solusi yang tepat dengan berbicara dari hati ke hati, untuk melahirkah suatu kesepakatan yang nantinya akan dipakai sebagai suatu regulasi atau produk hukum bagi investasi ini.Sementara itu, General Manager PT. Nabire Baru Kipli Anak Ayom mengucapkan terima kasih kepada semua warga masyarakat adat pemilik hak ulayat, Pemerintah Kabupaten Nabire, dimana hari ini (Rabu, 24/1) merupakan hari yang bersejarah di Kabupaten Nabire karena mulai hari ini akan dibuka lahan untuk pembangunan pabrik untuk mengolah hasil kelapa sawit. “Ini merupakan pabrik yang pertama di Kabupaten Nabire dan merupakan kebanggan bagi semua warga masyarakat Nabire, terima kasih kepada masyarakat adat pemilik hak ulayat, karyawan dan karyawati, karena kita telah berjuang sampai hari ini kita bisa membangun pabrik kelapa sawit,” ujarnya. Menurutnya, untuk membangun sebuah pabrik kelapa sawit bukanlah hal yang mudah, karena membutuhkan biaya yang cukup besar. Bahkan, untuk mendapatkan biaya yang sangat besar untuk pembangunan pabrik perlu dukungan dan keyakinan dari investor. “Ini semua perjuangan kita, dan tujuan utama dalam pembangunan pabrik kelapa sawit adalah untuk membangun ekonomi rakyat, kalau satu kilo sawit sekarang nilainya delapan ribu rupiah, satu bulan ada tiga jenjang, kalau satu jenjang itu rata-rata dia punya berat ada lima kilo, jadi bisa dibayangkan kalau satu bulan berapa uang yang sudah kita hasilkan, itulah yang kita pikirkan bagaimana investasi kelapa sawit ini bisa membangun ekonomi rakyat,” pungkasnya. Dirinya berharap, kepada semua masyarakat adat, pemerintah daerah untuk terus berdoa dan mendukung PT. Nabire Baru, agar pembangunan pabrik untuk pengolahan kelapa sawit bisa cepat terealisasi dengan baik demi kemajuan pembangunan ekonomi masyarakat.(cad)