Pemprov Akui Delapan Kepala Suku sebagai Mitra Pemerintah
Langkah ini diharapkan memperkuat komunikasi dalam penyampaian aspirasi sekaligus membantu penanganan berbagai persoalan masyarakat.
Kanal
Kumpulan berita, laporan, dan liputan terbaru dari kanal Daerah.
19321
Artikel
Langkah ini diharapkan memperkuat komunikasi dalam penyampaian aspirasi sekaligus membantu penanganan berbagai persoalan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Yulenus kepada sejumlah wartawan seusai pengukuhan para kepala suku dalam suasana adat di Nabire, Jumat (18/9/2026).
Ketua DPR Papua Tengah Delius Tabuni mengatakan, DPR telah mengetahui persoalan tersebut dan sebelumnya telah turun langsung ke lokasi pada 2025.
Pimpinan kelompok bersenjata Kodap I Mamta berinisial HN alias YN berhasil diringkus di Kabupaten Keerom pada Selasa (15/9/2026). Dalam penindakan tersebut, petugas juga mengamankan empat rekannya, yakni AM (37), AI (29), NW (20), dan BN (45).
“Hari ini kami beserta TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah melaksanakan kegiatan dalam rangka HUT TNI yang dilaksanakan oleh seluruh jajaran TNI dari Subkorem Nabire. Kami berkolaborasi untuk melaksanakan pembersihan yang nantinya disusul langkah relokasi pedagang dari Pantai MAF menuju Taman Gizi oleh Pemda,” ujar Fajar.
“Satpol PP siap menjalankan perintah pimpinan untuk mendukung proses penataan kota, termasuk memastikan relokasi pedagang dapat berjalan dengan aman dan tertib,” ujarnya, Jumat (18/9/2026).
“Pemerintah akan melakukan penataan kawasan ini. Karena itu, kami meminta masyarakat untuk dapat memahami dan mengikuti arahan pemerintah dengan mengosongkan lokasi sesuai waktu yang telah diberikan,” ujar Burhanuddin.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin tetap menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan para Warakawuri serta keluarga purnawirawan. Ini merupakan bentuk perhatian dan rasa terima kasih atas jasa serta pengabdian yang telah diberikan kepada TNI,” ujarnya.
“Hari ini kami panitia Rapimprov Provinsi Papua Tengah menggelar rapat konsolidasi untuk mengecek kesiapan Rapimprov yang direncanakan pada 24 September 2026,” ujar Rambo kepada Papuapos Online usai rapat.
Lagi lagi asap Karhutla di wilayah Nabire mengganggu penerbangan dari dan ke daerah ini.