Penyaluran CPP Nabire Tuntaskan Distrik Terdampak El Nino
Fenomena iklim yang berkepanjangan ini telah melumpuhkan aktivitas pertanian warga, khususnya para petani yang mengalami gagal tanam akibat lahan yang mengering.
Pencarian
7 artikel cocok dengan pencarian Anda.
Fenomena iklim yang berkepanjangan ini telah melumpuhkan aktivitas pertanian warga, khususnya para petani yang mengalami gagal tanam akibat lahan yang mengering.
Penyaluran ini difokuskan khusus bagi warga negara Republik Indonesia yang berada di wilayah Kabupaten Nabire dan mengalami musibah kebakaran akibat kemarau panjang.
Bantuan ini diberikan sebagai langkah cepat tanggap pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan masyarakat yang terdampak fenomena kekeringan atau El Nino. Selama dua bulan terakhir, wilayah Kabupaten Nabire memang merasakan dampak signifikan dari perubahan iklim tersebut terhadap ketersediaan pangan warga.
Dampak fenomena El Nino mulai dirasakan masyarakat di wilayah terpencil Kabupaten Dogiyai. Musim kemarau berkepanjangan membuat tanaman kebun warga mengering dan mengancam ketersediaan pangan, terutama di Distrik Piyaiye dan Distrik Sukikai Selatan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire menggelar rapat koordinasi khusus di aula Inspektorat pada Rabu (26/8/2026), untuk mengatasi dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang telah melanda wilayah tersebut selama berbulan-bulan.
“Menghadapi fenomena El Nino dan meningkatnya potensi Karhutla, diperlukan sinergi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, para kepala distrik serta seluruh elemen masyarakat. Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui pemantauan wilayah, edukasi kepada masyarakat dan respons cepat apabila ditemukan titik atau kejadian kebakaran,” ujarnya.
Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa menggelar Rapat Koordinasi Dampak El Nino lintas sektor bersama pemerintah daerah delapan kabupaten se-Papua Tengah, Minggu (23/8/2026).