Lompat ke konten utama
Papuapos Nabire

Pencarian

“Kajian”

111 artikel cocok dengan pencarian Anda.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (25) Features: Sang Jiwa yang Melukis
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (25) Features: Sang Jiwa yang Melukis

NABIRE - Menulis features dilakukan oleh seorang wartawan. Seseorang artinya subjektif, walhasil sebagai pelaku perbuatan menulis. Ini kebalikan dari tulisan kemarin, berjudul Melukis Sang Jiwa. Dimana, disana manusia dan seluruh relasinya baik dengan alam dan Tuhan sebagai objek tulisan. Kini kita meninjau manusia dari sisi si penulis features. Atau Sang Jiwa yang melukis.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (24) Features: Melukis Sang Jiwa
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (24) Features: Melukis Sang Jiwa

NABIRE - Objek yang kita lukis dalam tulisan feature adalah manusia, alam yang terhubung dengan manusia, metafisika yang terhubung dengan manusia, proposisi-proposisi ilmu pengetahuan dalam benak manusia, ungkapan-ungkapan jiwa manusia dalam suka dukanya, marah dan belas kasihnya. Juga kebudayaan dan tradisinya, agama atau kepercayaan yang dianut olehnya.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (23) Features!: Tulisan yang Menziarahi Manusia
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (23) Features!: Tulisan yang Menziarahi Manusia

NABIRE - Siapakah sebenarnya manusia itu? Ini adalah pertanyaan paling penting bagi kehidupan manusia di hari dunia dan kelak di hari pasca dunia. Para ahli sufi yakin, jika seseorang telah mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya. Maka dalam rangka makrifat diri, setiap orang perlu kepada pertanyaan diatas dalam rangka tahu terhadap sisi obyektif manusia.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (22) Harta Kekayaan Pertama Wartawan adalah Kata-kata
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (22) Harta Kekayaan Pertama Wartawan adalah Kata-kata

NABIRE - Wartawan Indonesia sebaiknya punya koleksi KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) di lemari rak bukunya. Karena modal pertama seorang wartawan adalah kata-kata. Dengan menguasai banyak kata-kata seseorang akan lebih punya kemampuan dan kelancaran dalam membuat satu kalimat dan alinea yang membangun seluruh struktural tema tulisan.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (20) Kemerdekaan Pers Tidak Sedang Baik-Baik Saja
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (20) Kemerdekaan Pers Tidak Sedang Baik-Baik Saja

NABIRE - Dari mana pertama kali datangnya kemerdekaan? Datangnya kemerdekaan bagi manusia berasal dari Tuhan, namun bukan bebas sebenanya melainkan harus disertai adanya pertanggungjawaban. Hal ini terkait manusia sebagai entitas berakal, dimana koin rasionalitas menit dua sisi, yakni sisi kemerdekaan dan sebelahnya sisi tanggung jawab.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (19) Memahami Karakter Media Digital
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (19) Memahami Karakter Media Digital

NABIRE - Dewan Pers sampai mengakomodir tiga organisasi perusahaan Media Cyber sebagai konstituennya, yakni Serikat Media Cyber Indonesia (SMSI), Asosiasi Media Cyber Indonesia (AMSI) dan Jaringan Media Cyber Indonesia (JMSI). Itu artinya, Dewan Pers, mengafirmasi eksistensi atau keberadaan media digital atau Cyber. Bahkan langsung sibuk untuk memverifikasi perusahaan Pers Dotkom itu baik secara ferivikasi administratif maupun secara faktual.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (18) Platforn Wewe Dotkom, Sampai Wewe Gombel
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (18) Platforn Wewe Dotkom, Sampai Wewe Gombel

NABIRE - Seharusnya sudah ada kajian khusus untuk mengetahui platform digital pengganti cetak itu hakikatnya seperti apa. Bukankah itu mesin pencari saja yang oleh kita diandaikan sebagai pengganti mesin cetak. Mbah Google atau Wewe Dotkom sendiri mungkin tidak berniat untuk secara khusus mengganti mesin yang lima abad lalu ditemukan oleh Johanes Gutenberg itu.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers "Bagian 4" Mengenal Teori Disposesi Pers Nasional
Nabire

Kajian Ilmiah Pers "Bagian 4" Mengenal Teori Disposesi Pers Nasional

NABIRE - Kenapa pers nasional kita harus mengacu kepada teori disposesi pers? Jawabnya adalah karena bangsa Indonesia terlahir dari genetika yang namanya falsafah Pancasila. Dalam narasi lima sila terdapat dimensi-dimensi metafisika yang tidak mungkin dijelaskan oleh landasan pemikiran barat yang positifistik dan materialistik. Kebenaran versi filsafat barat adalah sesuatu haruslah dapat terindra untuk dikatakan sesuatu itu ada.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (17) Tajuk, Politik Kebangsaan Redaksi
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (17) Tajuk, Politik Kebangsaan Redaksi

NABIRE - Politik Redaksi adalah tajuk. Bagaimana media memandang sesuatu masalah, peristiwa atau fenomena, bisa dilihat dari tajuknya. Media memang tidak boleh partisan, tapi sebagai entitas manusia terpimpin dan ada lembaganya tentu harus mampu hadir di tengah masyarakat dan memperkenalkan dirinya. Seperti cogito ergo cum milik Rene Descartes, bahwa aku berpikir maka aku ada.