NABIRE - Yullius Wopairi, S.Sos, menyampaikan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) menjadi sorotan sejumlah pihak. Data yang dihimpun Kapolres Nabire bulan Juni 2025 khususnya kejahatan konvensional meningkat. Opini yang berkembang di Nabire terkait kejahatan, langsung dihubungkan dengan minuman beralkohol. 

Ia selaku Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Perdagangan Kabupaten Nabire berpendapat, permasalahan ini tdak bisa langsung dihubungkan dengan minuman beralkohol. Perlu dilihat dan dikaji dari berbagai aspek. 

"Bukan hanya Miras, tetapi faktor ekonomi itu juga mengambil peran penting terjadinya tindak kejahatan," ungkap Yullius sesuai mengikuti rapat koordinasi antara DPRK Nabire dan Pemkab Kabupaten Nabire serta Polres Nabire di halaman Sekda Kabupaten Nabire, Selasa (8/07/2025) lalu. 

Bila distributor dihentikan, ia cemas akan banyak minuman ilegal yang masuk ke Nabire. Selain itu, Nabire memiliki garis pantai yang sangat luas, sehingga mempermudah penyelundupan minuman beralkohol ke kabupaten ini. "Kita tutup di pelabuhan tetapi barang itu bisa turun di Wanggar dan tempat lain,” ujarnya. 

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Nabire masih memiliki permasalahan dari puluhan tahun lalu masih belum bisa diatasi. Permasalahan tersebut ialah masih ada masyarakat Nabire yang bisa memproduksi dan menjual minuman lokal seperti Bobo dan CT, itu yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) pemerintah hingga saat ini. 

Dari apa yang disampaikan Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos.,M.Si, pada audiensi dengan DPRK Nabire tadi, sekitar 20 tahun lalu ketika ia menjabat anggota DPRD Nabire, pemerintah pernah mengajarkan kepada masyarakat untuk membuat gula merah dari bobo. Akan tetapi prosesnya pembuatan gula merah tersebut sangat memakan waktu, sehingga masyarakat kembali memilih membuat minuman beralkohol yang prosesnya cepat. 

"Untuk itu daripada menutup peredarannya, bupati lebih memilih mengontrol peredaran minuman tersebut. Hal tersebut ditandai dengan diterbitkannya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 10 Tahun 2025," ungkap Yullius. 

Terkait dengan desakan sejumlah pihak yang meminta Miras ditutup, Yullius mengajak kepada DPRK Nabire agar membentuk regulasi yang memberikan keamanan dan menguntungkan semua pihak.(amd)