NABIRE – Calon Bupati Nabire nomor urut 1, Yufinia Mote, S.SiT, sebagai seorang ibu, seorang mama, dan sebagai perempuan Papua akan melihat apa yang selama ini belum dikerjakan oleh bapak-bapak.

Seorang ibu ingin melihat apa halaman sudah bersih, rumah sudah beres, anak sudah sehat, anak sudah pintar atau tidak. 

“Ini yang akan kami kerjakan sebagai seorang mama, sebagai seorang perempuan di Kabupaten Nabire,” ujar Yufinia Mote yang didampingi wakilnya, H. Muhammad Darwis, saat debat terbuka, beberapa waktu lalu.

Ditegaskan Yufinia, yang pertama dan paling utama adalah menjaga Kabupaten Nabire agar selalu dalam situasi aman, nyaman dan damai.

Kabupaten Nabire terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya.

Dengan situasi daerah yang aman, nyaman dan damai, maka semua aktivitas dalam membangun Kabupaten Nabire baik segi pendidikan, kesehatan, maupun pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Nabire dapat berjalan dengan maksimal.

“Terutama untuk memberi lingkungan untuk tumbuh kembanya anak-anak generasi masa depan bangsa yang akan siap untuk menjadi penerus bangsa. 

Memberikan ruang yang layak untuk anak-anak tumbuh dan berkembang di Kabupaten Nabire,” tuturnya. 

Lebih lanjut dikatakan, peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas melalui pembangunan pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh Kabupaten Nabire.

Bukan hanya tertumpuk di kota saja, tapi di pinggiran juga ada. 

Begitu juga dalam pengembangan bidang kesehatan, baik di pelosok, Puskesmas maupun dalam peningkatan kualitas RSUD Nabire.

Dimana RSUD Nabire menjadi pusat rujukan dari sekian kabupaten yang ada di sekitar Kabupaten Nabire.  

“Ini juga merupakan prioritas kami kedepan.

Harapan kami, tidak ada lagi kita merujuk pasien keluar daerah, tapi kita selesaikan di Kabupaten Nabire.

Karena Nabire sebagai pusat rujukan,” tuturnya.

Demikian juga dengan peningkatan ekonomi masyarakat. 

Lanjutnya, masyarakat Nabire terdiri dari berbagai suku, karakteristik latar belakang kehidupan dan profesi.

Sehingga dalam mengembangkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Nabire, pihaknya akan kembali melihat dari pola hidup, kebiasaan hidup, karakteristik masyarakat yang ada di Kabupaten Nabire.

Karena ada yang hidup di kepulauan dan pesisir sebagai nelayan, ada yang hidup di wilayah pegunungan sebagai petani kebun, pengrajin, peternak. 

Ada juga yang di daerah transmigrasi sebagai petani, dan juga ada masyarakat pedagang, serta kelompok usaha.

Selain itu, lanjutnya juga ada kalangan milenial sebagai kelanjutan pembangunan bangsa. 

Sehingga generasi milenial ini juga perlu dibekali dalam rangka mempersiapkan diri untuk bisa membangun dirinya sendiri, membangun keluarga, dan membangun bangsa dan negara. 

Dalam rangka untuk generasi muda juga, berbagai aktivitas atau kegiatan pemuda dan olahraga yang akan menunjang semua aktivitas pemuda di Kabupaten Nabire.

Kemudian juga dengan membuka lapangan kerja bagi generasi muda yang ada di Kabupaten Nabire.

Dengan memberikan latihan-latihan kerja melalui balai latihan kerja, begitu juga dengan kegiatan kepemudaan dan olahraga lainnya.

Sehingga mereka dapat diberdayakan khususnya bagi masyarakat Papua di dalam rangka peningkatan ekonomi peningkatan kehidupan sehari-hari mereka.

“Tidak hanya di Nabire, tapi secara umum di Papua kalau masyarakat Papua masih tergantung pada bantuan pemerintah.

Hal ini tidak seperti yang di luar sana, sudah punya usaha dan kegiatan dan cukup bisa untuk ikut bersaing.

Sehingga untuk Kabupaten Nabire kami akan menyiapkan itu, sehingga kita punya masyarakat Papua, kita semua yang ada di Papua bisa tumbuh dan berkembang,” paparnya. (ros)