NABIRE - Bertempat di Kampus Univeritas Satya Wiyata Mandala (Uswim) Nabire, Rabu (14/10/25) telah dilaksanakan pengukuhan 49 mahasiswa/mahasiswi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dari 3 Program Studi (Prodi), yakni Prodi Bahasa Inggris, Prodi Matematika dan Prodi Pendidikan Sekolah Dasar.

Dalam sambutan, Dekan FKIP Martinus Tekege, S.Pd., M.T., mengatakan kegiatan yudisium bukanlah akhir perjalanan melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai lulusan sarjana Pendidikan. Untuk itu, para yudisium hari ini memikul amanah mulia menjadi pendidik yang tidak hanya menguasai teori tetapi juga memiliki kebijaksanaan, keteladanan dan kepekaan sosial.

Lanjutnya, gelar sarjana pendidikan yang telah diraih hari ini bukan sekedar simbol prestasi akademik, melainkan panggilan untuk menjawab tantangan masa depan, perkembangan teknologi informasi yang cepat dan serba instan menjadi ujian tersendiri bagi uru masa depan, sehingga guru dituntut untuk terus belajar.

Sehingga ingatlah pendidikan masa kini bukan lagi bersifat manual, tetapi telah bertransformasi ke arah digital. Karena itu para yudisium bukan lagi sarjana manual melainkan sarjana digital yang siap membawa perubahan di dunia Pendidikan. Guru masa kini tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus berpkir kritis.

Dengan demikian teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi untuk memperkuat makna pembelajaran dan menjangkau lebih banyak anak-anak Papua, sehingga menjadikan teknologi sebagai sarana untuk menanamkan nilai, menginspirasikan semangat belajar dan menumbuhkan karakter generasi muda.

Untuk itu, guru bukan sekedar profesi, melainkan panggilan jiwa menjadi dirimu cahaya pengetahuan dan kebenaran. Sebab FKIP Uswim Nabire berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui kemitraan strategis dan menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di luar dan di dalam tanah Papua.

“Karena kami berkeyakinan bahwa dengan menjalin kerja sama dengan semua pihak termasuk pemerintah daerah, guna membangun gerakan intelektual, moral dan sosial guna memperkuat kapasitas calon guru dan dosen. Karena selaku dekan FKIP berkeyakinan pendidikan adalah investasi terbesar bagi masa depan Papua Tengah,” tandasnya.(des)