YUDA : Akan Jaga Nabire Tetap Aman, Nyaman dan Damai
NABIRE – Pasangan calon bupati dan calon wakil bupati nomor urut 1, Yufinia Mote dan Muhammad Darwis, Rabu (11/11), menggelar kampanye
NABIRE – Pasangan calon bupati dan calon wakil bupati nomor urut 1, Yufinia Mote dan Muhammad Darwis, Rabu (11/11), menggelar kampanye terbatas di sejumlah titik.
Salah satunya kampanye digelar di RT 01 Kelurahan Morgo.
Saat kampanye, Yufinia Mote juga didampingi wakilnya, Muhammad Darwis dan para ketua partai pengusung.
Bahkan Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Papua, H. Kusmanto, pun terlihat turut hadir.
Pantuan media ini di lokasi kampanye, penyampaian materi kampanye masing-masing disampaikan Yufinia Mote, Muhammad Darwis dan H. Kusmanto.
Seusai penyampaian materi kampanye, dilanjutkan sesi penyampaian aspirasi dari warga yang diwakili Ketua RT, dari kaum perempuan dan kaum milenial.
Saat berkampanye, Yufinia Mote menegaskan jika pasangannya memiliki visi misi dan program yang ingin dikerjakan kedepan.
Pertama dan yang utama pihaknya ingin menjaga Nabire agar tetap ada dalam suasana aman, nyaman dan damai.
“Karena Nabire ini merupakan kabupaten induk, pusat dari berbagai aktivitas dari sekian kabupaten yang ada di wilayah tengah Papua,” tuturnya.
Nabire memilik suku, agama, budaya yang majemuk, diistilahkan sebagai miniaturnya Indonesia.
Sehingga dalam keberagaman ini, YUDA ingin menjaga Nabire tetap ada dalam suasana aman, nyaman dan damai.
Toleransi antar umat beragama, kehidupan bersama antar berbagai suku, sementara yang yang tercatat itu 98 kerukunan yang ada di Nabire.
Ini juga merupakan satu kekuatan, satu kebanggaan, untuk dalam kebragaman ini bersama-sama bisa membangun di Kabupaten Nabire.
Hal lain yang akan dikerjakan YUDA, kata Yufinia, dalam hal pemerataan dan keadilan dalam pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Nabire.
Karena Nabire ini sudah didiami oleh berbagai suku bahkan sebelum dirinya lahir pada tahun 1972, sehingga bagaimana kerinduannya untuk semua ini dijaga agar selalu ada dalam suasana aman, nyaman dan damai.
Serta adanya keadilan dan pemerataan dalam berbagai pelayanan yang diberikan kepada semua masyarakat di Nabire.
“Kami juga akan melihat bagaimana peningkatan kualitas pelayanan di bidang kesehatan.
Terutama pelayanan-pelayanan dasar yang langsung kepada masyarakat. Apalagi masih banyak yang Puskesmasnya ada tapi petugasnya tidak ada.
Terutama di daerah pinggiran,” tuturnya.
Lanjut Yufinia, bagaimana masyarakat Nabire mau sehat kalau petugasnya tidak ada.
Sedangkan tugas Puskesmas itu yang lebih utama adalah yang menjaga bagaimana supaya masyarakatnya tidak sakit.
Dengan memberikan penyuluhan, pencegahan dan lain-lain.
“Ini merupakan hal yang penting bagi kami, terutama pelayanan pos yandu, pelayanan ibu hamil, balita yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa.
Menghadirkan gerenasi-generasi dengan kualitas yang bagus,” tambahnya.
Demikian juga soal rumah sakit rujukan yang dimiliki daerah ini.
Baik itu kelengkapan sumber daya manusia, peralatan, infrastruktur dan yang lainnya juga menjadi perhatian YUDA.
Karena harapan kedepan, pasien tidak perlu dirujuk keluar tapi bisa ditangani di Nabire.
Lebih lanjut dikatakan Yufinia, peningkatan kualitas pelayanan pendidikan juga sangat penting.
Apalagi Nabire jumlah anak-anak generasi milenial sangat banyak.
Sehingga untuk peningkatan pelayanan di bidang pendidikan juga sangat penting.
“Apalagi Nabire ini pusat dari beberapa kabupaten, dimana banyak anak-anak dari Kabupaten Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya sekolah di Nabire.
Sehingga ini menjadi bagian yang harus kami rancang, harus kami atur dengan baik sehingga pelayanan terhadap pendidikan ini kedepan bisa berjalan maksimal di Nabire, terutama di daerah pinggiran,” tuturnya.
Dirinya mengakui, saat ini masih banyak guru terkumpul di kota, sedangkan yang butuh pelayanan ini ada di daerah pinggiran dan daerah kampung-kampung.
Sementara itu pada pertumbuhan perekonomian di Nabire, YUDA akan kembali melihat karakteristik masyarakat, kebiasaan hidup masyarakat.
Karena di Nabire ini banyak kelompok masyarakat, ada masyarakat petani di daerah trans, ada masyarakat pengarajin, ada masyarakat nelayan, ada di dunia usaha dan lainnya.
Semuanya harus diberdayakan dan ditingkatkan kualitasnya. (ros)
Bagikan artikel ini



