YTP Tempatkan Guru Kontrak di Nabire
NABIRE - Yayasan Tangan Pengharapan (YTP) Jakarta menempatkan 10 tenaga guru sebagai guru kontrak di Nabire untuk mendidik anak-anak sekolah di tingkat sekolah dasar (SD) di daerah terpencil, terisolir dan terjauh (3 T) di daerah ini. Tenaga guru kontrak tersebut sudah mengabdi di Distrik Teluk Umar.

NABIRE - Yayasan Tangan Pengharapan (YTP) Jakarta menempatkan 10 tenaga guru sebagai guru kontrak di Nabire untuk mendidik anak-anak sekolah di tingkat sekolah dasar (SD) di daerah terpencil, terisolir dan terjauh (3 T) di daerah ini. Tenaga guru kontrak tersebut sudah mengabdi di Distrik Teluk Umar.
Anggota DPRD Kabupaten Nabire, Sambena Inggeruhi di ruang kerjanya, Jumat (20/5) mengatakan saat melaksanakan hearing beberapa hari lalu menyaksikan para tenaga guru kontrak yang diutus YTP dari Jakarta tersebut betah di tempat tugas sejak ditempatkan sebagai tenaga guru kontrak di daerah, di Distrik Teluk Umar, Kabupaten Nabire. Kalau mereka ke kota Nabire hanya beberapa hari saja lalu balik ke tempat tugas. "Mereka sangat betah dan mengabdi betul betul mengajar anak-anak SD di sana, " tuturnya.
Sambena menambahkan, yayasan tidak hanya menempatkan guru sebagai tenaga kontrak di Nabire tetapi juga di daerah lain dengan biaya ditanggung oleh yayasan sendiri.
Bahkan, ungkap Sambena yayasan sudah menyekolahkan anak-anak Papua dari 3 T di Jawa. "Saya kaget ketika bertemu beberapa anak-anak dari Intan Jaya yang dikirim yayasan dan sedang sekolah di sana, " urainya.
Legislatif ini menjelaskan, saat dirinya bersama Aten Masak bertemu dengan pimpinan yayasan di Jakarta, Ketua Yayasan Tangan Pengharapan, Heny Kristiani mengatakan yayasan siap bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mengatasi kekurangan guru di daerah 3T dengan biaya honor, uang makan dan kebutuhan lain dari yayasan. Pemerintah hanya menyiapkan sarana penunjang seperti akomodasi dan tempat tinggal bagi guru-guru kontrak selama mengabdi di daerah.
Ia menilai hal ini cukup positif dan mengurangi biaya dari daerah ini untuk membayar honor dan lain-lain sehingga peluang ini bisa ditangkap oleh pemerintah daerah. Karena kita di daerah hanya menyiapkan rumah tinggal dan sarana tranportasi.
Apalagi, kata Sambena, tahun ini yayasan akan membuka asrama di Biak untuk menampung dan menyekolahkan anak-anak dari daerah kategori 3 T yang mampu tetapi tidak punya orang tua dan tidak mampu biaya sekolah. (ans)
Bagikan artikel ini



