Yan Mandenes Pantau Langsung Implementasi MBG di Nabire

NABIRE - Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Mandenes, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) untuk meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua sekolah di Nabire, Papua Tengah, pada Senin (04/05/2026). Kunjungan ini menyasar SDN Nabarua dan SMPN 1 Nabire guna memastikan penyaluran bantuan makanan bergizi tepat sasaran dan memenuhi standar kualitas bagi para siswa di wilayah tersebut.
Dalam tinjauannya, Mandenes menyoroti urgensi program ini bagi anak-anak di tanah Papua, terutama mereka yang berada di wilayah pegunungan dan daerah Tertinggal, Terdepan serta Terluar (3T). Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi banyak siswa yang seringkali datang ke sekolah tanpa sarapan, yang berdampak buruk pada kondisi fisik mereka saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan laporan di lapangan, Mandenes menemukan fakta menyedihkan bahwa tidak sedikit siswa yang jatuh pingsan atau merasa pusing di tengah jam pelajaran akibat kelaparan. Kondisi ini memaksa mereka untuk pulang lebih awal sebelum waktu sekolah usai.

Oleh karena itu, ia menekankan perlunya percepatan pengadaan fasilitas dapur di pinggiran kota dan pelosok agar kebutuhan dasar anak-anak dapat terpenuhi dengan baik.
Mandenes berpendapat, asupan makanan yang cukup merupakan fondasi utama agar siswa dapat belajar dengan tenang dan fokus. Menurutnya, ketika perut terisi dan gizi tercukupi, daya konsentrasi siswa dalam menyerap materi yang diberikan guru akan meningkat secara signifikan. Hal ini diyakini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi prestasi akademik para pelajar di Papua.
Lanjut legislator tersebut, rendahnya standarisasi pendidikan di Papua selama ini sangat dipengaruhi oleh kurangnya fokus anak-anak akibat masalah gizi.
Ia menegaskan bahwa isu kekurangan gizi atau stunting merupakan hambatan serius bagi kemajuan pendidikan. Jika persoalan gizi tidak segera diatasi, maka upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua akan sulit tercapai secara maksimal.
Menutup pernyatannya, Yan Mandenes berkomitmen untuk terus mendorong pemerintah pusat agar mempercepat distribusi program MBG ke seluruh pelosok Papua.

Ia melihat adanya aspirasi besar dari para orang tua yang sangat mengharapkan keberlanjutan program ini. Dengan adanya jaminan makan siang di sekolah, diharapkan tidak ada lagi anak Papua yang terhambat pendidikannya hanya karena masalah perut kosong. (amd)
Bagikan artikel ini



