NABIRE - Seminar Diskusi Inisiasi Pendirian Universitas Negeri di Papua Tengah sangat penting bagi anak-anak bangsa Indonesia di wilayah Papua dan khususnya di Papua Tengah sebagai penerus bangsa ke depan.

Hal ini seperti dikatakan, ketua seminar dan workshop inisiasi pendirian Universitas Negeri di Papua Tengah, Dr. drg. Yohanes Tebai, MH.Kes, dalam sambutannya. 

Dalam mewujudkan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah di dalam mewujudkan pendidikan tinggi di Provinsi Papua Tengah dan berkenaan dengan tujuan mulia mereka, kami diakomodir untuk sementara melaksanakan dan mempersiapkan seminar, katanya.

Dalam seminar ini, lanjutnya, dirancang dalam dua bentuk, yakni bentuk pertama adalah berupa seminar untuk mendengarkan materi-materi dari pihak-pihak yang berkaitan pertama dari Kementerian Ristek ataupun Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi.

"Kami hadirkan yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam mengurus menyusun masterplan pendirian universitas baik itu pengalihan universitas swasta ke universitas negeri, ujar Tebai.

Ia menambahkan, pihaknya sengaja mendatangkan profesor yang ahli di dalam bidang tersebut yang akan memberikan materi dari Uncen dalam hal memberikan perancangan kurikulum berbasis kearifan lokal Papua Tengah.

Kemudian hari kedua, akan melalui dengan lokakarya, karena di dalam loka karya akan dibentuk 10 meja bundar merancanakan 10 dokumen mulai dari dokumen studi kelayakan kemudian pilihan-pilihan nama universitas dan pilihan skema terjadinya atau pendirian universitas, yaitu dengan skema universitas swasta yang dinegerikan ataupun pendirian baru.

Selanjutnya, skema terakhir adalah pendirian program studi terjauh dari Universitas Cenderawasih atau Universitas Negeri Papua Manokwari.

Di dalam lokakarya tersebut akan terkumpul dokumen-dokumen yang nantinya akan digunakan sebagai Rencana Induk Pembangunan Universitas atau RIP atau masterplan daripada universitas negeri tersebut dan dalam proses-proses itu tentu banyak dinamika dan juga banyak masukan-masukan kritis yang akan didapatkan, juga dari universitas tertua yang ada di Papua Tengah.(rob)