Wujudkan Pendidikan Berkualitas Menuju Papua Tengah Terang Gubernur Dorong Program RPL bagi 100 Guru

NABIRE - Mengawali tahun 2026, Pemerintah Provinsi Papua Tengah kembali mempertegas komitmennya dalam memajukan sektor pendidikan dengan menempatkan guru sebagai nadi utama pembangunan daerah.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, secara resmi meluncurkan inisiatif baru yang fokus pada peningkatan kualifikasi tenaga pendidik. Langkah strategis ini diambil guna memastikan standar mutu pendidikan di wilayah tersebut terus meningkat dan mampu bersaing secara nasional.
Program unggulan yang diperkenalkan pada awal tahun ini adalah penuntasan kualifikasi bagi guru yang belum memiliki gelar Sarjana (S1) melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Melalui program ini, sebanyak 100 guru di Papua Tengah akan diberikan kemudahan untuk mendapatkan gelar sarjana pendidikan dengan mengakui pengalaman kerja dan kompetensi yang telah mereka miliki sebelumnya sebagai kredit akademik.
"Meningkatkan kualifikasi pendidikan guru sangatlah penting bagi kemajuan sistem pendidikan di Papua Tengah. Pada awal tahun ini, kita mendorong program RPL tahun 2026 bagi 100 guru sebagai upaya nyata menuntaskan kualifikasi sarjana mereka," ungkap Gubernur Meki Nawipa dalam acara tatap muka bersama perwakilan guru se-Provinsi Papua Tengah di Ballroom Kantor Gubernur, Nabire, Selasa (6/1/2026).
Upaya ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan program prioritas tahun 2025, di mana pemerintah telah berhasil melakukan pengangkatan dan distribusi 276 guru Mapega ke sekolah-sekolah di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) yang tersebar di 136 distrik pada 8 kabupaten. Selain itu, penguatan kapasitas juga telah menyasar 289 guru agama Kristen melalui kolaborasi erat dengan Majelis Pendidikan Kristen.
Selain fokus pada kualifikasi, aspek kesejahteraan guru juga menjadi perhatian serius pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah. Sejak tahun 2025, pemerintah telah menyalurkan dana BOSDA untuk meningkatkan kesejahteraan guru SMA, SMK, SLB serta para pengelola asrama.
Pemerintah juga terus melakukan pendampingan percepatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang melibatkan 801 guru di semua jenjang pendidikan di delapan kabupaten.
Melalui integrasi antara peningkatan kualifikasi akademik, percepatan sertifikasi profesi dan jaminan kesejahteraan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah optimis visi ‘Papua Tengah Terang’, dapat segera terwujud.
Program RPL ini diharapkan menjadi katalisator bagi para guru untuk terus berinovasi dalam mendidik generasi muda Papua yang cerdas dan berkarakter.(amd)
Bagikan artikel ini



