Wirausaha Batik Nabire Usulkan Bantuan Peralatan Diganti Bahan Baku

NABIRE - Kegiatan fasilitasi bantuan peralatan dan mesin bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire mendapat tanggapan beragam dari para peserta.
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah usulan dari Barnensi Boari, seorang pelaku usaha batik asli Papua (OAP), agar bantuan mesin jahit yang diberikan bisa diganti dengan bantuan bahan baku pada tahun-tahun berikutnya.
Usulan ini disampaikan Barnensi saat diwawancarai di Aula RRI, Rabu (17/09/2025). Menurut Barnensi, bantuan bahan baku dinilai lebih relevan dan bisa langsung digunakan untuk meningkatkan produktivitas usahanya. "Kami para pengrajin batik sering kali lebih membutuhkan bahan dasar seperti kain, pewarna atau lilin batik ketimbang mesin baru. Mesin yang sudah ada masih bisa digunakan, tapi pasokan bahan baku yang sering kali menjadi kendala," ujar Bernensi.
Ia berharap, Dinas Perindustrian Nabire dapat mempertimbangkan usulan ini agar bantuan yang diberikan bisa lebih tepat sasaran dan memberikan dampak signifikan bagi para pelaku IKM di Nabire.
Menanggapi usulan tersebut, Kepala Bidang Industri Logam, Mesin, Elektro, dan Aneka (ILMEA) Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Jenie Kawer, S.T., M.M., memberikan penjelasan.
Jenie menyebutkan bahwa kemungkinan untuk mengganti jenis bantuan memang terbuka, namun perlu melalui proses dan perencanaan anggaran yang matang. "Bisa, nanti di tahun 2027," jawab Jenie saat dikonfirmasi mengenai usulan tersebut.

Dijelaskan, perubahan jenis bantuan tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat karena alokasi anggaran untuk tahun 2026 sudah ditetapkan dan difokuskan pada bantuan peralatan dan mesin.
"Untuk tahun 2026, anggarannya sudah terprogram. Bantuan bahan baku baru bisa kita usahakan untuk tahun 2027, setelah kita ajukan dan disetujui dalam perencanaan anggaran berikutnya," tambahnya.
Pernyataan Jenie ini memberikan harapan baru bagi para pelaku IKM seperti Bernensi. Meskipun harus menunggu, setidaknya ada kepastian bahwa suara mereka didengar dan dipertimbangkan oleh pemerintah daerah. Usulan ini juga menunjukkan bahwa para pelaku usaha di Nabire memiliki pemahaman yang baik mengenai kebutuhan riil di lapangan.
Kegiatan fasilitasi bantuan ini sendiri merupakan upaya Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi IKM milik OAP. Dengan adanya bantuan, diharapkan para pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi dan daya saing di pasar.
Diskusi dan masukan seperti yang disampaikan oleh Bernensi Boari menunjukkan adanya interaksi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat. Ini membuktikan bahwa program-program pemerintah akan semakin efektif jika didasarkan pada kebutuhan nyata para penerima manfaat.(sam)
Bagikan artikel ini



