Wenzist Lamere: Data Valid Jadi Kunci Pembangunan, BPS Tekankan Standar Satu Data

NABIRE – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nabire, Wenzist J.J. Lamere, S.STP, menegaskan ketersediaan data yang valid dan akurat menjadi syarat utama dalam penyusunan program pembangunan daerah.
Menurutnya, seluruh perangkat daerah harus memiliki komitmen yang sama dalam menghasilkan data berkualitas agar setiap kebijakan pembangunan benar-benar didasarkan pada kondisi riil di lapangan.
“Guna mendukung pembangunan Kabupaten Nabire ke depan, kita harus memiliki data yang akurat dan valid sehingga dapat dijadikan acuan dalam penyusunan program dan kegiatan pembangunan,” ujar Wenzist dalam Sosialisasi Statistik Sektoral di Aula Diskominfo Nabire, Rabu (6/8/2026).
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Nabire, Benuvin Perkasa Ginting, SST yang akrab disapa Dio Ginting, menegaskan data statistik sektoral yang akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Dio, dalam Sistem Statistik Nasional, BPS berperan sebagai penyelenggara statistik dasar sekaligus koordinator statistik nasional. Sementara kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah melalui perangkat daerah bertugas menghasilkan statistik sektoral sesuai kewenangannya.
Ia menilai kolaborasi antarlembaga menjadi faktor kunci agar seluruh data memiliki standar yang sama dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Dio juga mengingatkan penyelenggaraan statistik di Indonesia memiliki dasar hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik.
Dalam implementasi Satu Data Indonesia, Diskominfo memiliki fungsi strategis sebagai walidata yang mengoordinasikan pengelolaan data dari seluruh perangkat daerah, sehingga sinergi antara BPS, Diskominfo, serta seluruh OPD semakin kuat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah maupun target Indonesia Emas 2045. (amd)
Bagikan artikel ini



