WBI Papua Tengah Peduli Stunting, Gelar Bakti Sosial
NABIRE - Telah terselenggaranya kegiatan stunting yang dilakukan oleh Pengurus Cabang Wanita Buddhis Indonesia (WBI) Kabupaten Nabire yang bekerjasama dengan Nestle dan didukung oleh Yayasan Dana Paramita Agama Buddha Indonesia, berlokasi di Posyandu Bumi Indah, Waroki Pantai, Kamis (6/06/2024).

NABIRE - Telah terselenggaranya kegiatan stunting yang dilakukan oleh Pengurus Cabang Wanita Buddhis Indonesia (WBI) Kabupaten Nabire yang bekerjasama dengan Nestle dan didukung oleh Yayasan Dana Paramita Agama Buddha Indonesia, berlokasi di Posyandu Bumi Indah, Waroki Pantai, Kamis (6/06/2024).
Sebagai upaya nyata mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan stunting di Papua Tengah, khususnya di Nabire, Pengurus Cabang Wanita Buddhis Indonesia Kabupaten Nabire bekerjasama dengan Nestle dan didukung oleh Yayasan Dana Paramita Agama Buddha Indonesia mengadakan Bakti Sosial Pemberian Makanan Tambahan (Bubur kacang hijau, telur rebus, biskuit regal, Dancow UHT, Milo UHT, Koko Krunch Cereal Pot, Goodness dan bubur Cerelac) kepada anak Balita untuk pencegahan stunting di Posyandu Bumi Indah, Waroki Pantai Nabire.
Lee Shen Syarifuddin sebagai Ketua Pengurus Cabang Wanita Buddhis Indonesia Nabire menyampaikan kepeduliannya terhadap stunting di Provinsi Papua Tengah.
"Aksi bakti sosial ini sesuai dengan imbauan yang dikeluarkan oleh Ibu Budy Junita selaku Ketua Pengurus Daerah WBI Provinsi Papua Tengah kepada seluruh Pengurus Cabang WBI di wilayah Provinsi Papua Tengah dengan mengusung tema WBI Provisi Papua Tengah peduli stunting. Kami harap sesuai imbauan kegiatan ini dapat kami laksanakan secara berkelanjutan di Posyandu-posyandu yang lain," ujarnya.
Semoga sedikit sumbangsih ini dapat membantu Pemprov Papua Tengah, khususnya di Nabire dalam upaya pencegahan Stunting bagi anak-anak generasi masa depan.
Ishak Suwitnyo, selaku Kasubbag Tata Usaha UPTD Puskesmas Kalibumi menyampaikan keprihatinannya dan menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah terkait penanganan stunting dan pencegahannya.
"Masalah stunting telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah pusat dan juga daerah, tidak terkecuali daerah Nabire, dalam hal penanganan kasus stunting dan pencegahan kasus stunting, pemerintah telah melakukan berbagai upaya melalui stakeholder yang ada untuk melakukan sosialisasi masalah stunting Karena dampak stunting ini sangat banyak baik dampak jangka pendek maupun dampak jangka panjang, seperti mempengaruhi pertumbuhan otak, sehingga menurunnya angka kecerdasan anak serta dampak yang mempengaruhi imunitas sehingga anak mudah sakit dan adanya gangguan metabolisme," katanya.
Wanita Buddhis Indonesia Cabang Nabire, menyalurkan bahan pangan bergizi untuk tumbuh kembang anak.
"Keikutsertaan wanita Buddhis Indonesia cabang Nabire, dalam pencegahan stunting di Nabire terutama di wilayah kerja Puskesmas Kalibumi Distrik Nabire Barat (Kampung Waroki) sangat berdampak baik bagi masyarakat, karena langsung disalurkan kepada yang membutuhkan berupa bahan pangan bergizi yang diperlukan untuk tumbuh kembang anak, kami sangat berterimakasih atas kerjasama serta keikutsertaan wanita Buddhis Indonesia cabang Nabire, besar harapan kami pada waktu yang akan datang kita masih terus dapat bekerjasama," tutupnya.(edi)
Bagikan artikel ini


