MIMIKA – Wanita Buddhis Indonesia (WBI) Provinsi Papua Tengah menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda), pada Sabtu, (17/1/2026), bertempat di Aula Bodhi Mandala, Kabupaten Mimika. Kegiatan ini menjadi forum penting dalam merumuskan arah dan rencana kerja organisasi ke depan.

Musyawarah daerah ini dihadiri oleh dua Pengurus Cabang Wanita Buddhis Indonesia, yakni Pengurus Cabang WBI Kabupaten Mimika dan Pengurus Cabang WBI Kabupaten Nabire serta para pengurus dan anggota yang terlibat aktif dalam pelayanan umat dan sosial kemasyarakatan.

Dalam musyawarah tersebut, para peserta membahas rencana program kerja WBI Provinsi Papua Tengah yang diselaraskan dengan program kerja nasional WBI, guna memastikan kesinambungan, relevansi serta dampak nyata bagi umat dan masyarakat luas.

Selain sebagai forum perencanaan, kegiatan ini juga menjadi upaya mempererat hubungan organisasi, menjalin komunikasi yang lebih erat antar pengurus cabang serta menumbuhkan rasa saling peduli dan kebersamaan sebagai fondasi utama dalam menyelenggarakan pelayanan yang berkesinambungan.

Ketua Pengurus Daerah WBI Provinsi Papua Tengah, Budy Junita, dalam sambutannya menegaskan Musda ini bukan sekadar rapat formal, melainkan ruang bertemunya niat baik, gagasan dan hati para perempuan Buddhis untuk memperkuat pengabdian. 

Ia menyampaikan, WBI merupakan simbol kelembutan yang kuat, lembut dalam sikap namun teguh dalam tekad serta mampu menghadirkan nilai-nilai dhamma melalui tindakan nyata dalam keluarga, masyarakat dan pelayanan sosial.

Budy Junita menekankan, pentingnya kebersamaan dan kepedulian dalam menjalankan program. Menurutnya, tidak semua rencana harus sempurna, namun setiap program harus dilandasi niat tulus, cinta kasih dan arah yang jelas. 

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan musyawarah itu sebagai ruang belajar, ruang bertumbuh dan ruang memperkuat persaudaraan demi melahirkan program-program yang membumi dan bermanfaat. 

"Papua Tengah adalah tanah harapan, tanah keberagaman, tanah yang menanti sentuhan kasih dan perhatian. Di sinilah peran WBI menjadi sangat berarti menghadirkan cinta kasih bukan dengan suara keras, tetapi dengan tindakan nyata bukan dengan menyalahkan, tetapi dengan merangkul," katanya.

Melalui Musda ini, diharapkan Wanita Buddhis Indonesia Provinsi Papua Tengah semakin solid, berdaya dan mampu berkontribusi secara nyata dalam pelayanan umat serta kehidupan bermasyarakat, dengan menjunjung tinggi nilai kebajikan dan cinta kasih universal.(edi)