Wartawan Binpa Dianiaya 3 Anggota Polisi
ENAROTALI – Andreas Badii, wartawan Bintang Papua (Binpa) yang sudah 4 tahun bertugas di Paniai dan Deiyai, dianiaya oknum polisi dari Polres Paniai, Kamis (15/8) sore. Kronologi kejadiannya, seperti dituturkan saksi dan korban kepada media ini, berawal saat korban bersa
Bagikan
ENAROTALI – Andreas Badii, wartawan Bintang Papua (Binpa) yang sudah 4 tahun bertugas di Paniai dan Deiyai, dianiaya oknum polisi dari Polres Paniai, Kamis (15/8) sore.
Kronologi kejadiannya, seperti dituturkan saksi dan korban kepada media ini, berawal saat korban bersama saudaranya dicegat anggota kepolisian yang sedang bertugas di kawasan Pasar Enarotali. Sore itu, motor yang dikendarainya dihentikan dan meminta korban memperlihatkan isi tas. Dalam tas bawaannya, ada 1 buah laptop Acer, headset, noken anggrek dan 2 buah sumbu kompor.Petugas bertanya, untuk apa bawa sumbu kompor? Andy jawab, mengapa harus tanya demikian, karena sudah jelas ini diisi untuk kebutuhan kompor di rumah.Jawaban itu ternyata mengundang emosi petugas tadi. Dua anggota polisi mendekat dan memukul Andy Badii. Bogem mentah mendarat di bagian wajah korban. Darah segar pun mengalir dari hidung.Korban kemudian dibawa ke Kantor Polsek Paniai Timur, tak jauh dari Pasar Enarotali. Diinterogasi polisi hingga akhirnya dipulangkan sekira pukul 18.00 WIT.“Saya dapat pukul dari polisi. Terus mereka bawa saya ke Polsek Enaro, di sana juga mereka interogasi saya dengan banyak pertanyaaan. Kepada polisi, sudah saya jelaskan maksud sumbu kompor yang saya bawa itu,” tutur Andreas.Ia bahkan mempertanyakan, apa dasar hukum bagi polisi bertingkah demikian. “Salah saya apa? Saya bawa sumbu kompor itu karena mau ganti sumbu di rumah yang sudah pendek. Saya isi untuk bawa ke rumah. Terus, profesi saya sebagai wartawan juga sudah saya bilang,” kata Badii.“Saya heran, saya yang wartawan saja diperlakukan demikian. Apalagi kalau itu masyarakat biasa, wah kasihan, bisa nyonyor,” lanjut alumni STIKOM Muhammadiyah Jayapura ini.Tindakan oknum polisi tersebut dinilainya keterlaluan. Karena sudah menyalahi aturan tentang sweeping dan perlakukan tak manusiawi terhadap warga, apalagi kepada wartawan yang sore itu pulang usai menjalankan tugas jurnalistik (meliput, mengetik dan mengirim berita ke Kantor Redaksi Binpa di Kotaraja-Jayapura).Oleh karena itu, “Saya minta kepada Kapolres Paniai untuk tindak tegas anggotanyayang aniaya saya,” ujar Andy.
Kapolres Minta Maaf, 3 Pelaku Sudah DitahanKapolres Paniai, AKBP Sammy Ronny TH Abaa menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan sesama rekan wartawan karena setelah diselidiki ternyata benar ada kasus pemukulan.“Saya minta maaf, memang benar ada kasus itu. Kapolda juga sudah konfirmasi saya selaku Kapolres. Saya sudah panggil tiga anggota pelaku, sekarang mereka jalani hukuman. Mereka saya tahan dan ada di sel Polres Paniai. Ruangannya sempit, tetapi dorang baku desak-desakan di dalam,” tutur Kapolres Paniai kepada media ini di depan Koramil Enarotali saat upacara aubade, Sabtu (17/8) sore.Kapolres awalnya belum sempat ketahui kasus itu, karena saat kejadian masih patroli di arah Pugo. “Sempat dihubungi oleh wartawan Jubi, saya bilang trada kasus seperti itu. Saya belum tahu kasusnya karena lagi di daerah yang tidak ada jaringan Telkomsel. Tapi setelah pulang, saya cek kronologi dan benar ada laporan kasus pemukulan kepada wartawan Andy Badii,” ungkapnya.Kapolres memiliki hubungan baik dengan wartawan, sering mengundang untuk meliput kegiatan bakti sosial dan update hasil razia miras, togel, dan lain-lain. Kapolres akrab dengan wartawan, termasuk Andreas Badii.Hanya memang sangat disayangkan olehnya, ada anggota melanggar aturan, bahkan terjadi penganiayaan. “Saya sangat menyesalkan, mengapa harus bersikap begitu. Sudah biasa saya ingatkan, jangan bertindak keras, sakiti sama warga sipil, termasuk wartawan. Dalam setiap kali apel, saya ingatkan itu kepada anggota,” kata Kapolres Paniai.Diakui, siaga 1 diberlakukan Polres Paniai jelang HUT RI ke-68 di wilayah Paniai, Deiyai dan Intan Jaya. Kasus penganiyaan itu terjadi saat anggota sedang sweeping di sekitar Pasar Enarotali.Selain tetap memproses para pelaku, Kapolres berjanji akan membesut sekaligus meminta maaf kepada wartawan korban penganiayaan. (you)
Bagikan artikel ini



