Warning Bupati: SKPD Keluar dari Visi Misi, Kepala Siap Dicopot
NABIRE - Memasuki dua bulan memimpin pemerintahan di Kabupaten Nabire, terhitung sejak dilantik oleh Gubernur Papua pada 17 Februari 2016 lalu atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Bupati Isaias Douw, S.Sos,MAP dengan tegas mengatakan, ketika ada Sat
Bagikan
NABIRE - Memasuki dua bulan memimpin pemerintahan di Kabupaten Nabire, terhitung sejak dilantik oleh Gubernur Papua pada 17 Februari 2016 lalu atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Bupati Isaias Douw, S.Sos,MAP dengan tegas mengatakan, ketika ada Satuan Kerja Perangkat Daerah melaksanakan kegiatan pembangunan keluar dari visi dan misi yang dilaksanakan Kabupaten Nabire 5 tahun kedepan, maka kepala SKPDnya, baik itu kepala dinas, badan dan bagian siap diganti alias dicopot dari jabatannya.
Tidak memandang itu siapa, tandas Bupati Douw kepada media ini, Senin (18/4) di ruang kerjanya. Asalkan tidak mematuhi mekanisme yang ada dan apalagi melaksanakan kegiatan semaunya serta keluar dari visi dan misi pembangunan Kabupaten Nabire, maka Bupati Nabire akan mengambil tindakan dengan tegas.Karena bagaimanapun juga, terangnya, kegiatan pembangunan yang dilaksanakan harus benar-benar terukur dan disesuaikan dengan program kerja serta kegiatan pembangunan yang telah dicanangkan sebelumnya. “Setiap SKPD di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Nabire nanti saya akan cek, bila keluar dari visi dan misi, maka Bupati akan copot pejabat atau kepalanya. Karena bagaimanapun juga pembangunan Kabupaten Nabire yang dipimpinnya harus benar-benar terlaksana dengan baik, menuju masyarakat Nabire makmur dan sejahtera dengan motto pembangunan dengan kasih demi kemandirian masyarakat,” ungkapnya.Untuk itu, tambah bupati yang telah memimpin Kabupaten Nabire periode keduanya ini, kepala-kepala dinas, badan dan bagian di lingkungan Setda Nabire jangan semaunya mengunakan anggaran tanpa melalui dan disesuaikan dengan visi dan misi pembangunan daerah. Dana-dana yang digunakan itu juga harus dipertanggung jawabkan dengan baik, jangan main asal membangun, apalagi tanpa koordinasi dengan bupati. “Kalau ada yang masih nakal, saya juga tidak akan main-main pasti saya akan copot dari jabatan,” imbuhnya.(wan)
Bagikan artikel ini



