NABIRE - Di sela-sela kunjungan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Tengah, Katherin Maruanaya, sekaligus melakukan reses di Kampung Yaur Hegure, Minggu (22/12/24), menaruh perhatian khusus pada keinginan warga masyarakat Kampung Yaur Hegure, untuk meminta kepada pemerintah daerah agar membuat Dermaga Laut permanen di Kampung Yaur Hegure.

Pasalnya, selama ini dermaga laut tempat bersandarnya perahu-perahu warga masyarakat yang kesehariannya adalah nelayan, hanya dibuat dengan kayu dan ketahanan dermaga tersebut tidak kuat menahan gempuran ombak yang terjadi di wilayah tersebut. Akibatya, tidak sampai satu tahun dermaga tersebut menjadi rusak.

Belum lagi, ketika air pasang surut yang selama ini terjadi di Kampung Yaur Hegure, ketika air laut surut, panjang surutan bisa mencapai ratusan meter dan membuat perahu-perahu para nelayan di Kampung Yaur Hegure, terpaksa harus terparkir ratusan meter ke arah laut. Ditambah, ketika kondisi air laut surut, kondisi bibir pantai menjadi berlumpur hingga ratusan meter.

Salah satu warga masyarakat Kampung Yaur Hegure, Manuel Yaure yang kesehariannya beraktifitas sebagai nelayan mengatakan, masyarakat Kampung Hegure ini sangat merindukan adanya dermaga permanen yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Nabire di kampung ini (Yaur Hegure).

“Kami butuh sekali, kami butuh sekali supaya kami punya dermaga ini bisa dibangun dengan dermaga beton. Karena, berapa tahun kami hanya membangun dengan kayu buah dan kondisinya tidak kuat. Kami minta bantu dari pemerintah daerah kalau bisa diperhatikan, karena ini penting sekali untuk masyarakat di Kampung Yaur Hegure ini,” ungkap Manuel.

Menurutnya, keadaan dermaga di Kampung Yaur Hagure ini sudah berlangsung dari sejak tahun 2013 dan sudah ketiga kalinya dermaga tersebut dibangun dengan hanya menggunakan kayu lokal. Dan harapannya, pemerintah bisa membangun dermaga dengan menggunakan beton atau bahasa kesehariannya disebut dengan jembatan cor sepanjang 300 meter.

Menanggapi, hal tersebut, anggota DPR Provinsi Papua Tengah Katherin Maruanaya mengatakan, akan menindaklanjuti hal tersebut kepada pihak eksekutif dalam hal ini Pemerintah Provinsi Papua Tengah, maupun Pemerintah Kabupaten Nabire. Karena, fasilitas dermaga ini, menjadi jantung aktifitas para warga masyarakat di Kampung Yaur Hegure ini.

“Saya juga tertarik dengan usulan warga masyarakat di sini, untuk dibangun dermaga permanen. Karena, saya juga sampai ke kampung dengan menggunakan speedboat, kami harus sampai di bibir pantai, untungnya kondisi air laut sedang pasang. Kalau kondisi air laut surut berarti kami harus jalan ratusan meter ke arah darat untuk sampai ke sini. Saya, imbau ke pemeritah daerah untuk cepat kita melihat ini, kita harus sering turun ke kampung-kampung untuk bagaimana melihat kondisi yang ada,” katanya.

Dirinya berharap, pemerintah daerah di tahun 2025 melalui APBD, bisa mengusulkan pembangunan dermaga permanen di Kampung Yaur Hegure ini. Selain kabupaten, hal ini juga akan diusulkan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk bersama-sama berkolaborasi dengan Pemda Nabire membangun apa yang menjadi aspirasi warga masyarakat Kampung Yaur Hegure ini. Karena, mata pencaharian warga setempat di wilayah ini adalah nelayan, sehingga fasilitas dermaga menjadi prioritas dalam aktifitas keseharian warga masyarakat.(cad)