NABIRE - Wamendagri RI, John Wempi Wetipo beserta rombongan, Senin (25/07/22), sekitar pukul 16.35 WIT kunjungi tempat lokasi pembangunan Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah, di Karadiri II, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire.

Terlihat pula dilokasi kunjungan, Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si dan Forkopimda Kabupaten Nabire, para bupati di wilayah Provinsi Papua Tengah, tokoh adat pesisir dan kepulauan, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama serta TNI/Polri.

Kepada awak media, Wamendagri John Wempi Wetipo, mengatakan, masyarakat termasuk dengan DPRD ikut mengetujui untuk mempercepat proses pembangunan DOB. Terlebih lagi masyarakat adat menyiapkan lahan kurang lebih 75 hektar untuk dibangun kantor gubernur.

“Dan kantor DPR ini di luar dari dugaan kami. Kami datang ini hanya bayangan saja tetapi terlihat semua support baik. Ini diluar dari dugaan kami termasuk rumah dinas Bupati Nabire saja sudah serahkan kepada Penjabat Gubernur, itu luar biasa. Kemudian kantor DPR itu, diberikan untuk digunakan oleh Penjabat Gubernur untuk menyelenggarakan tugas   pemerintahan Provinsi Papua Tengah sementara. Ini sangat luar biasa,” tuturnya.

Apa yang terjadi ini, kata Wamendagri, akan menjadi pondasi yang kuat bagi pemerintahan untuk menjalankan pelayanan public. Khususnya untuk mempersiapkan DOB yang baru di wilayah Papua Tenah bisa dapat berjalan baik.

“Saya jujur sangat puas apalagi penjemputan yang hangat dari masyarakat ini sangat luar biasa sekali. Kami mulai datang dari pusat tidak akan sia-sia lagi untuk pemilihan gubernur itu pada tahun 2024,” ujarnya.

Tambahnya, hasil Pemilu legislatif 14 Pebruari tahun 2024 itu yang digunakan. Sekarang tugas Mendagri hari ini untuk mempersiapkan jalannya pemerintahan di masa transisi dua tahun kedepan sampai dengan pemilihan gubernur devinitif. Nanti gubernur devinitif yang terpilih diharapkan bisa bekerja mengabdi, dedikasi kepada bangsa dan negara.

“Karena harapan kita dengan DOB yang baru, rakyat lebih baik. Apakah DOB yang baru ini akan lebih baik atau lebih buruk kan ada pertanyaan begitu. Sekarang tugas kita adalah sama-sama mengawal proses itu, untuk masyarakat kedepan yang lebih baik,” pungkasnya. (modes)